Ajak ASN Banyuwangi Hemat BBM, Bupati Ipuk Ngantor Naik Sepeda!
BANYUWANGI | Barometerjatim.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mulai menggalakkan gerakan hemat energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dia memberi contoh dengan bersepeda saat menuju kantor, Rabu (1/4/2026). Dari kediamannya, Ipuk mengayuh sepeda menuju kantor Pemkab Banyuwangi yang berjarak sekitar 2 kilometer.
Baca juga: Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Layanan Pemkot Surabaya Langsung 100 Persen!
Ipuk pun mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) mengurangi penggunaan BBM dengan bersepeda ke kantor bagi yang rumahnya dekat, atau naik transportasi umum maupun online.
“Ini langkah kecil untuk menghemat energi, utamanya BBM. Hari ini saya sengaja gowes menuju kantor. Selain badan lebih bugar, saya juga bisa bersosialisasi langsung dengan warga,” ujarnya.
Dalam perjalanan ke kantor, Ipuk menyapa warga yang ditemuinya di sepanjang jalan. Dia mengatakan bersepeda tidak hanya menghemat BBM, tetapi juga memberi kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat.
Biasakan Bersepeda
Tak hanya ke kantor, Ipuk juga terlihat bersepeda saat meninjau sejumlah pelayanan publik. Salah satunya ketika meninjau progres pembangunan gedung baru Perpustakaan Daerah.
“Saya mengajak semua ASN mulai membiasakan naik sepeda atau jalan kaki, bagi yang rumahnya dekat. Bahkan ada juga yang memanfaatkan momen ini untuk lari,” katanya.
Baca juga: Di Depan Diaspora, Ipuk Pamer Ekonomi Banyuwangi di Atas Jatim dan Nasional!
“Apalagi bagi yang kesehariannya bekerja di belakang meja, duduk lama, ini harus dibiasakan, bahkan dijadikan budaya karena menyehatkan,” sambung Ipuk.
Jauh sebelum wacana penghematan BBM, sejak Februari 2026, Ipuk telah mengeluarkan kebijakan gerakan penggunaan angkutan umum setiap hari Jumat. ASN diminta untuk menggunakan ojek online (ojol) maupun transportasi umum ke kantor.
Program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi.
Terkait kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan Work From Home (WFH) setiap Jumat mulai 1 April 2026 bagi ASN dan sektor swasta, Ipuk mengatakan masih akan dibahas.
Baca juga: Elpiji 3 Kg di Banyuwangi Langka, Ipuk Operasi Pasar di Seluruh Kecamatan!
“Ini sedang kami bahas, apakah Banyuwangi juga memungkinkan melaksanakan WFH. Kalau sudah banyak yang menggunakan angkot/ojol, jalan kaki, atau bersepeda, saya rasa WFH akan menjadi pilihan terakhir,” katanya.
Ipuk menandaskan, efisiensi BBM tetap harus berjalan seiring dengan kualitas pelayanan publik. Pemerintah daerah, menurutnya, tetap membutuhkan kecepatan kerja dan koordinasi agar berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani secara optimal.{*}
| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur