Penataan Pasar Batu Permata Kayoon, Eri Cahyadi Terkendala Lahan!

Reporter : Andriansyah  |   Jumat, 03 Apr 2026 21:04 WIB
PERLU PENATAAN: Eri Cahyadi tinjau pusat pedagang batu permata di Pasar Kayoon. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometerjatim.com – Pasar Kayoon selama ini dikenal sebagai pusat batu permata, namun belum dikembangkan secara maksimal karena Pemkot Surabaya terkendala status kepemilikan lahan.

Karena itu, Pemkot Surabaya segera menelusuri kepastian status lahan untuk memastikan proses penataan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Baca juga: Pemkot Surabaya Bangun Rusunami untuk Pasutri Gen Z, Segini Harganya!

"Pusatnya batu permata itu di Kayoon. Jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau pusat pedagang batu permata di Pasar Kayoon, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kamis (2/4/2026) sore.

“Kalau bukan aset milik pemerintah kota, maka saya harus amit (izin) dulu sama yang punya aset," tandasnya saat berdialog dengan para pedagang.

Eri menyebutkan, berdasarkan informasi awal kawasan tersebut kemungkinan merupakan aset milik Pemprov Jatim atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Maka setiap rencana pembangunan harus melalui proses perizinan. 

"Jadi kenapa selama ini pemerintah kota tidak bisa menyentuh, karena ini bukan asetnya pemerintah kota," katanya.

Dia menargetkan dalam waktu satu minggu ke depan sudah ada kepastian terkait izin pengelolaan. Jika disetujui, proses pembangunan dan penataan kawasan bisa segera dimulai. 

"Insyaallah kalau nanti diizinkan sama yang punya untuk dikelola dan dikembangkan, kita pasti akan bangun di tahun ini," ungkapnya.

Eri juga menekankan pentingnya pelestarian produk dan budaya Nusantara melalui pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata di Kota Pahlawan. 

"Jadi nguri-uri (melestarikan budaya) itu tidak boleh dilupakan, karena manusia atau kehidupan yang baik itu tidak boleh melupakan sejarah," tuturnya.

Eri menilai, Pasar Batu Permata Kayoon berpotensi dikembangkan untuk menjadi ikon wisata di Kota Pahlawan. Dia berharap perbaikan kawasan, pengaturan alur, hingga pembangunan gapura, dapat direalisasikan agar lebih menarik bagi wisatawan.

Baca juga: Cegah Pendatang Jadi Beban Sosial, Pemkot Surabaya Geber Operasi Yustisi!

"Kalau nanti sudah diizinkan, saya berharapnya di Mei ulang tahunnya Surabaya sudah menjadi ikon Surabaya yang baru. Jadi ada Kota Lama, ada Jalan Tunjungan, ada Kebun Raya Mangrove, ada Batu Permata Nusantara," terangnya.

60 Stan Batu Permata

Sementara itu Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-Bapin) Taman Wisata Kayoon Surabaya, Nuri Fansyah, menyampaikan terdapat puluhan stan pedagang batu permata di kawasan tersebut. 

"Saat ini kumpulan batu-batu pedagang yang ada itu kurang lebih 60 stan, baik stan yang open atau yang tertutup," ujarnya.

Pihaknya pun mengapresiasi perhatian Eri terhadap pelaku UMKM di Pasar Kayoon. Dia berharap, dukungan konkret dari Pemkot dapat mendongkrak aktivitas ekonomi pedagang.

Baca juga: Siapkan Hunian Pasutri Gen Z, Pemkot Surabaya Bangun 2 Rusunami!

"Harapan saya dan harapan kita semua, mungkin bisa membantu bagaimana pasar ini bisa lebih bergairah, bisa lebih hidup," kata Nuri.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil, membuat pelaku usaha di Pasar Kayoon berada dalam posisi sulit. Makanya, dia berharap ada dukungan berkelanjutan agar pasar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan.

"Harapan kita semua, mudah-mudahan ini bisa menjadikan destinasi dan kunjungan dari pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pengusaha lainnya, supaya pasar ini bisa berkesinambungan," ucapnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer