Pemkot Surabaya Ajak Kurangi Pembalut Sekali Pakai, Butuh 500 Tahun untuk Terurai!

Reporter : Andriansyah  |   Minggu, 26 Apr 2026 23:47 WIB
HARI BUMI: Deklarasi She Heroes, ajak kaum perempuan beralih dari pembalut sekali pakai. | Foto: Barometerjatim/HPS

SURABAYA | Barometerjatim.com – Memperingati Hari Bumi setiap 22 April, Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Bumbi menggelar deklarasi “She Heroes”.

Aksi digelar saat Car Free Day (CFD) di Jalan Tunjungan, Minggu (26/4/2026), bertujuan untuk mengajak kaum perempuan beralih dari pembalut sekali pakai ke produk ramah lingkungan untuk menekan volume sampah plastik.

Baca juga: Sambut HJKS ke-733, Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza Tembus KEN 2026!

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi diwakilkan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Surabaya, M Fikser memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif aksi ini. 

Menurutnya, sampah pembalut dan popok sekali pakai merupakan masalah serius bagi lingkungan karena membutuhkan waktu 500 tahun untuk terurai.

"Sampah jenis ini menjadi ancaman bagi lingkungan. Tidak hanya mencemari sungai, tapi juga sulit didaur ulang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata Fikser

“Kehadiran gerakan ini menjadi solusi nyata untuk mengurangi beban lingkungan yang selama ini tidak bisa terurai," sambungnya.

Setahun 7 Ribu Ton

Di depan sekitar 500 perempuan yang hadir untuk menyatakan komitmennya dalam mengurangi sampah pembalut, Fikser menekankan peran kaum perempuan dan generasi muda sangat krusial sebagai agen perubahan.

"Kalian yang hadir di sini adalah agen perubahan di sekolah dan lingkungan masing-masing. Mulailah dari rumah kalian dengan memengaruhi keluarga,” katanya. 

“Jika anak yang berbicara kepada orang tuanya untuk menjaga lingkungan, biasanya akan lebih didengar. Mari kita jaga kota ini dengan mengurangi sampah, menanam pohon, dan menghemat air," imbuh Fikser.

Baca juga: Pantau Kesehatan Warga, Pemkot Surabaya Satukan Rekam Medis Elektronik

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai komunitas lingkungan seperti Tunas Hijau, Ecoton, Rotary, dan para relawan yang konsisten membantu DLH dalam menjaga keseimbangan ekologi di Surabaya.

Sementara itu Founder dan CEO Bumbi, Celia Siura dalam paparannya mengatakan penggunaan pembalut sekali pakai di Surabaya sangat tinggi.

Dengan sekitar 1 juta perempuan usia produktif di Kota Pahlawan, diperkirakan terdapat sekitar 7 ribu ton sampah pembalut yang masuk ke sungai, laut, dan TPA setiap tahunnya.

"Secara ekonomi, ada sekitar Rp 900 miliar yang terbuang hanya untuk pembalut sekali pakai dalam setahun,” ucap Celia. 

“Lebih dari itu, sampah ini terurai menjadi mikroplastik yang masuk ke rantai makanan, dikonsumsi ikan, dan bisa masuk ke tubuh manusia yang memicu penyakit seperti diabetes hingga stroke," jelasnya.

Baca juga: Fasad Eks Toko Nam Dibongkar, Pegiat Sejarah: Pemkot Surabaya Sudah Tepat!

Dia menjelaskan, Bumbi lahir dari keprihatinan terhadap tingginya sampah popok di Sungai Brantas. Merespons permintaan masyarakat, pihaknya kini juga menghadirkan pembalut kain berkualitas tinggi yang nyaman dan antibocor.

"Langkah kecil hari ini akan menjadi dampak besar di masa depan. Surabaya terpilih sebagai pionir gerakan ini, dan kami berharap perempuan Surabaya bisa terlibat aktif mengubah bumi menjadi lebih sehat," ujar Celia.

Deklarasi “She Heroes” ini ditandai dengan komitmen bersama dari para peserta untuk mulai beralih ke reusable pads (pembalut pakai ulang).{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer