Mogers Usul Nama Gombloh Diabadikan, DPRD Surabaya: Perlu Kajian Mendalam!

Reporter : -
Mogers Usul Nama Gombloh Diabadikan, DPRD Surabaya: Perlu Kajian Mendalam!
PERLU KAJIAN: Syaifuddin Zuhri, pengabadian nama Gombloh di ruang publik perlu kajian akademis dan historis. | Foto: IST

SURABAYA | Barometerjatim.com – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri tidak keberatan dengan usulan pengabadian nama musisi legendaris mendiang Gombloh pada fasilitas umum dan area terbuka di Kota Pahlawan. Namun tetap harus didasari kajian akademis dan historis yang matang.

“Prinsipnya baik-baik saja, namun perlu ada kajian mendalam dari para pakar kesejarahan. Baik dari sisi regulasi, aspek kebudayaan, hingga kontribusi kesejarahannya dalam ruang lingkup yang luas," katanya, Kamis (16/7/2026).

Syaifuddin menandaskan, kajian komprehensif ini sangat penting agar penempatan nama tokoh di ruang publik baik itu untuk jalan, gedung, maupun fasilitas publik lainnya memiliki dasar hukum serta nilai historis yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.

“Kajian tersebut wajib mencakup aspek regulasi tata kota, dampak sosial kebudayaan, hingga kontribusi historis sang maestro. Ketentuan baku ini berlaku untuk seluruh wacana penyematan nama tokoh bangsa pada infrastruktur publik di Surabaya,” ucapnya.

Tiga Usulan Mogers

Sebelumnya, komunitas Memories of Gombloh (Mogers) mengajukan secara resmi tiga usulan kepada Pemkot Surabaya untuk mengabadikan nama pelantun lagu monumental "Kebyar-Kebyar" tersebut.

Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya di Gedung Mall Pelayanan Publik, Rabu (15/7/2026).

Tiga poin utama yang diperjuangkan Mogers, yakni penyematan nama Gombloh sebagai nama salah satu gedung di kompleks Balai Pemuda Surabaya. Lalu pemberian nama Jalan Gombloh pada salah satu ruas jalan di Surabaya. Kemudian penetapan 12 Juli yang merupakan hari lahir Gombloh sebagai Hari Musik Surabaya atau Hari Gombloh.

"Sudah selayaknya Pemkot Surabaya memberikan apresiasi konkret," kata Esthi Susanti Hudiono, perwakilan Mogers.

"Gombloh memiliki beragam penghargaan dari berbagai pihak. Salah satunya Bintang Budaya Parama Dharma yang diserahkan Presiden RI tahun ini. Namun Surabaya sendiri masih minim penghargaan terhadap tokoh yang membesarkan kota ini," timpal Affandy Willy Yusuf, timpal perwakilan Mogers lainnya.{*}

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.