Zulhas Ungkit Kesetiaan PAN 3 Kali Dukung Prabowo, Bahkan Kader Masuk Penjara!

Reporter : Rofiq Kurdi  |   Senin, 11 Mei 2026 12:45 WIB
LOYAL: Zulkifli Hasan, di depan kader PAN se-Jatim ungkit tiga kali dukung Prabowo di Pilpres. | Foto: Barometerjatim.com/RQ

SURABAYA | Barometerjatim.com – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, kembali mengungkit alasan partainya sampai tiga kali mendukung Prabowo Subianto di Pilpres. 

Bahkan keputusannya saat itu, membuat PAN menghadapi berbagai tekanan politik besar, hingga banyak kadernya yang menjadi kepala daerah tersandung kasus hukum dan posisi partainya terlempar dari lima besar.

Baca juga: Nasdem Jatim Bantah Keras Merger dengan Gerindra: Enggak Akan Terjadi!

“Kenapa PAN 3 kali dukung Pak Prabowo? Kalah, bupati-bupati kami, gubernur-gubernur kami masuk penjara. Kalau enggak masuk penjara, pindah. Partai kami dari nomor 5 turun ke nomor 7,” ungkapnya saat melantik pengurus DPW PAN Jatim dan 35 DPD PAN kabupaten/kota se-Jatim periode 2024-2029 di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (10/5/2026) malam.

“Tapi kami konsisten, karena modal PAN adalah kepercayaan dan loyalitas. Kita tidak bisa ngomong A pekerjaan B, tidak bisa. Enggak punya wajah kami kalau melakukan itu. Iya, iya. Tidak, tidak. Kiri, kiri. Kanan, kanan,” sambungnya.

Sebab, tandas Zulhas, modal PAN adalah kesetiaan dan loyalitas. Namanya saja amanah yang artinya dipercaya dan itu yang dipegang teguh. Karenanya, keberpihakan kepada rakyat adalah kesetiaan PAN.

“Kami tiga kali bersama Pak Prabowo karena kesamaan cita-cita, kesamaan kebijakan, kesamaan perjuangan. Oleh karena itu tadi saya katakan pada Gerindra kalau tidak datang, waduh. Itu teman yang kurang perhatian namanya. Perjuangan kami dengan Gerindra jatuh bangun luar biasa,” ucapnya.

Baca juga: Kantor di Lingkup Pemkot Surabaya Tak ASRI, Siap-siap Dipasang Bendera Hitam!

Makanya, Zulhas mengajak para bupati, DPR RI, DPRD, para gubernur, untuk bertanya pada diri sendiri apa yang sudah diperbuat untuk bangsa.

Apakah kita berpihak pada Merah Putih? Berpihak pada rakyat, atau justru berpihak pada para pelaku illegal mining, perampok tanah rakyat, kontraktor yang menyengsarakan rakyat. 

“Kita tanya, di mana kita berada. Kita dukung yang nyolong, yang maling, atau kita memilih berpihak pada kepentingan rakyat. Kami memilih berpihak pada kepentingan rakyat, walaupun tiga kali kalah dalam Pilpres,” tegasnya.{*}

Baca juga: Kampung Pancasila Surabaya, Ubah Kepedulian Sosial Jadi Penggerak Ekonomi

| Baca berita PAN. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer