Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, 3 Hari Lalin Direkayasa

Reporter : -
Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, 3 Hari Lalin Direkayasa
DAYA TARIK: Kawasan Kota Lama Surabaya selama 3 hari jadi lokasi syuting film Zona Merah. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometerjatim.com – Proses syuting film Zona Merah di kawasan Kota Lama Surabaya dipastikan akan ramai selama tiga hari, 9-11 Mei 2026. Mendukung kelancaran, dilakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi.

"Saya tidak terbayang take-nya di Kota Lama itu kayak apa ramainya. Pasti ramai banget," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto.

Namun Lilik memastikan Pemkot Surabaya telah melakukan koordinasi dengan Polrestabes Surabaya, untuk mengantisipasi keramaian selama proses syuting berlangsung. 

"Dengan keterlibatan masyarakat Kota Surabaya menyaksikan kegiatan itu, tentunya akan menimbulkan keramaian-keramaian," ucapnya.

Lilik menerangkan, area utama lokasi syuting berada di sekitar Jalan Garuda dekat kawasan Jembatan Merah Plaza (JMP). Dalam rekayasa tersebut, beberapa titik akses menuju lokasi syuting ditutup sementara dan dijaga petugas.

Arus kendaraan dari Jalan Rajawali diarahkan lewat Jalan Elang menuju Jalan Kutilang, serta Jalan Branjangan. Penerapan yang sama juga berlaku bagi kendaraan dari Jalan Krembangan Barat dan Jalan Krembangan Timur. Sedangkan akses di sekitar Jalan Garuda dan kawasan JMP akan mengalami pembatasan selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Pada hari pertama, Sabtu (9/5/2026), proses syuting dimulai sejak pukul 06.30 WIB di Jalan Gelatik dan berlanjut di Halaman Gedung Internatio, Jalan Garuda, serta Jalan Rajawali. Rekayasa lalu lintas diberlakukan pukul 09.00-12.00 WIB dan kembali diterapkan pukul 14.00-18.00 WIB.

Kemudian pada hari kedua, Minggu (10/5/2026), syuting dipusatkan di Jalan Rajawali dan Halaman Gedung Internatio mulai pukul 06.00 WIB hingga sore hari. Rekayasa lalu lintas diberlakukan mulai pukul 05.00-18.00 WIB.

Sementara pada hari ketiga, Senin (11/5/2026), pengambilan gambar kembali dilakukan di Halaman Gedung Internatio, Jalan Rajawali, serta Jalan Garuda depan JMP. Rekayasa lalu lintas pada hari terakhir dijadwalkan berlangsung pukul 09.00-15.00 WIB.

Lilik berharap, produksi film ini mampu mendongkrak perekonomian dan mempromosikan Kota Pahlawan.

“Tentunya support-support memperkenalkan Kota Surabaya keluar (diharapkan) bisa mendongkrak ekonomi Kota Surabaya," katanya.

Terlebih antusiasme masyarakat terhadap proses syuting cukup tinggi. Bahkan, lebih dari seribu warga Surabaya dilibatkan sebagai figuran dalam film tersebut.

"Kehadiran figuran (warga Surabaya) pun sampai seribu lebih. Bahkan didukung dengan banyak kelompok-kelompok masyarakat pemuda-pemuda di Surabaya untuk dukung film ini," ujarnya.

Sementara itu Produser Pelaksana Film Zona Merah, Bagas Luhur Pribadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemkot Surabaya selama proses produksi berlangsung. 

"Yang paling membanggakan, sejak empat hari yang lalu, kemudian sampai dengan tiga hari ke depan, setidaknya ada seribu figuran dari teman-teman Surabaya yang ikut serta menjadi bagian dari film Zona Merah,” katanya.(*)

| Baca berita Kota Lama Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.