Sensus Ekonomi 2026, BPS Surabaya Pastikan Data Bukan untuk Pajak!

Reporter : -
Sensus Ekonomi 2026, BPS Surabaya Pastikan Data Bukan untuk Pajak!
BUKAN UNTUK PAJAK: Arrief Chandra Setiawan, data sensus tidak untuk kepentingan perpajakan. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometerjatim.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 mulai 1 Mei hingga 31 Juli. Pendataan menyeluruh terhadap pelaku usaha nonpertanian tersebut dilakukan setiap 10 tahun sekali, menyasar seluruh pelaku usaha, mulai skala mikro hingga besar, termasuk sektor ekonomi digital.

Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan menjelaskan data yang dikumpulkan dalam sensus meliputi identitas usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, hingga aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset.

Dia menegaskan, seluruh data yang dihimpun dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan.

"Data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat. Tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Jadi murni untuk kebutuhan perencanaan pembangunan, bukan untuk pajak," ujarnya.

Terjunkan 1.900 Petugas 

Dalam sensus, BPS Surabaya akan menurunkan sekitar 1.900 petugas hingga Agustus 2026 untuk menjangkau seluruh potensi ekonomi di Surabaya. Pendataan menargetkan sekitar 415 ribu unit usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.

Pendataan tidak hanya dilakukan terhadap perusahaan, tetapi turut menyasar rumah tangga untuk menangkap aktivitas usaha rumahan serta sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang di Surabaya.

"Kami tidak bisa mengolah data tanpa dukungan dari pelaku usaha. Karena itu partisipasi (masyarakat) menjadi kunci," ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sensus. Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi pijakan penting dalam membaca kondisi perekonomian daerah maupun nasional.

"Sensus ekonomi BPS ini adalah upaya strategis pemerintah untuk memperoleh data yang akurat, lengkap, dan terpercaya mengenai kondisi perekonomian nasional," katanya.

Eri berharap pelaksanaan sensus dapat memberikan gambaran menyeluruh terkait potensi serta tantangan ekonomi di Surabaya. Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk turut berpartisipasi aktif dalam pendataan.

"Kami berharap sensus ekonomi ini akan mampu memberi gambaran menyeluruh mengenai potensi dan tantangan ekonomi di Kota Surabaya," ujarnya.

"Saya juga mengajak seluruh pelaku usaha dan warga Surabaya untuk bersama-sama mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang jujur dan lengkap, sesuai dengan kondisi sebenarnya," katanya.

Menurutnya, hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam mengambil keputusan dan merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.{*}

| Baca berita BPS Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.