Rupiah Kian Melemah, DPRD Surabaya Ajak Warga Hidup Lebih Hemat

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Rabu, 20 Mei 2026 21:07 WIB
HIDUP HEMAT: Budi Leksono, ajak warga hidup lebih hemat di tengah melemahnya rupiah. | Foto: Barometerjatim.com/HADI

SURABAYA | Barometerjatim.com – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono mengajak masyarakat untuk mulai mengatur pola hidup dan pengeluaran di tengah dampak pelemahan nilai tukar rupiah (Rp 17.743 per dolar AS) yang mulai memengaruhi harga kebutuhan pokok.

Menurut legislator yang akrab disapa Bulek tersebut, kondisi ekonomi global saat ini memang memberi dampak hingga ke sektor usaha dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena itu, warga diminta lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga.

Baca juga: Dilantik Jadi Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri Punya Harta Rp 15,5 M!

“Kalau biasanya sering belanja di mall, ya direm dulu. Pembelanjaan yang tidak perlu dikurangi, yang penting sekarang efisiensi dan mengatur kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (20/5/2026). 

Langkah paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat, lanjut Budi, yakni membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Menurutnya, gaya hidup konsumtif perlu ditekan agar kondisi keuangan keluarga tetap stabil.

“Kalau memang tidak perlu, ya tidak usah beli. Biasanya makan enak terus, sekarang harus bisa mengantisipasi ke depan. Kehidupan kita harus tertata,” tandas politikus PDIP tersebut.

Selain berhemat, Budi mendorong masyarakat mulai mencari peluang usaha tambahan agar tetap memiliki pemasukan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Dia juga mengingatkan warga agar tidak bergantung pada utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Resmi Nakhodai DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri Akan Dengarkan Banyak Pihak!

Selain itu, Budi menyoroti potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Idul Adha, terutama cabai dan minyak goreng. Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan dapur menjadi indikator paling nyata dampak pelemahan rupiah yang dirasakan masyarakat.

“Lombok atau cabai itu ukuran paling gampang. Tiba-tiba naik, otomatis harga makanan lain ikut naik. Kalau cabai mahal, ya jangan dipaksakan beli banyak. Kita harus bisa menyesuaikan kondisi,” ujarnya.

Di sisi lain, Budi meminta pemerintah tetap hadir melalui berbagai program pengendalian ekonomi seperti pasar murah, bantuan sosial, hingga perlindungan sektor kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.{*}

Baca juga: DPRD Surabaya Punya Ketua Baru, PDIP Tempatkan Anas Karno di Komisi A

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer