Ditemukan Cacing Hati Hewan Kurban di 20 Lokasi, DKPP Surabaya: Tak Perlu Khawatir!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya merampungkan evaluasi pengawasan kesehatan hewan kurban yang dilakukan di seluruh wilayah kota. Hasilnya, daging yang beredar dipastikan aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina menuturkan dari hasil pemeriksaan terhadap ribuan hewan kurban, menemukan ditemukan sejumlah kasus cacing hati dan satu kasus cacing pita (cacing nasi).
Baca juga: HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Ingatkan soal Kesejahteraan Warga!
"Namun seluruh organ yang terindikasi terinfeksi, dipastikan tidak didistribusikan kepada masyarakat dan langsung diafkirkan di lokasi," katanya, Senin (1/6/2026).
Temuan tersebut, tandasnya, merupakan hasil pemeriksaan aktif petugas di lapangan, bukan berdasarkan laporan masyarakat. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong (antemortem) hingga pemeriksaan organ dan karkas setelah pemotongan (postmortem).
"Pengawasan kami mencakup 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi yang ditemukan cacing pita," ucap Nanik.
"Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi," sambungnya.
Terindikasi Skabies
Sebelumnya, saat melakukan pemeriksaan hewan di lapak pedagang, petugas menemukan satu ekor sapi yang terindikasi mengalami skabies (scabies). Hewan tersebut segera diisolasi untuk mencegah risiko penyebaran penyakit.
Sedangkan beberapa hewan lainnya, diketahui mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari daerah asal.
Baca juga: HJKS ke-733, Armuji Beber Capaian Hebat Pemkot Surabaya di Berbagai Sektor
"Kasus yang kami temukan sebagian besar dapat ditangani di lapangan. Untuk hewan yang mengalami kelelahan karena perjalanan jauh, petugas memberikan vitamin dan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tetap terjaga," ujarnya.
Nanik menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan cacing hati. Sebab, daging hewan yang terinfeksi cacing hati tetap aman dikonsumsi selama organ yang terpapar tidak ikut diedarkan.
Karena itu, pihaknya terus memberikan edukasi kepada takmir masjid dan panitia kurban agar lebih cermat dalam memilah organ yang layak konsumsi.
"Yang perlu menjadi perhatian adalah organ hati yang terinfeksi. Karena itu kami mengimbau panitia kurban, untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat," tegasnya.
Nanik menambahkan, selama periode pengawasan Idul Adha, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan postmortem terhadap 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba. Lalu pada tahap antemortem di lapak penjualan, petugas memeriksa 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba.
Baca juga: Pemkot Surabaya Raih WTP 14 Kali Beruntun, Armuji: Tetap Jaga Integritas!
Menurut Nanik, hasil evaluasi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh, mulai dari lapak penjualan hingga proses distribusi daging kepada masyarakat.
“Upaya itu menjadi bagian dari langkah Pemkot untuk memastikan pelaksanaan kurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.{*}
| Baca berita Idul Adha. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur