Shodiqin Nakhodai BKKBN Jatim, Gebrakan Apa yang Bakal Dilakukan?

Reporter : Rofiq Kurdi  |   Sabtu, 30 Mei 2026 01:48 WIB
NAKHODA BARU: Shodiqin, dikukuhkan Khofifah sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Jatim. | Foto: Pemprov Jatim

SURABAYA | Barometerjatim.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim punya nakhoda baru, Shodiqin. Pengukuhan dilakukan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/5/2026).

Gebrakan apa yang akan dilakukan? Usai dikukuhkan, Shodiqin menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah di Jatim dalam menjalankan program pembangunan keluarga dan kependudukan.

Baca juga: Harta 6 Pejabat yang Dirotasi Khofifah, Arif Endro Paling Tajir Kantongi Rp 9,3 M!

Dia menyebut, keberhasilan program BKKBN sangat bergantung pada sinergi lintas sektor hingga level daerah. "Kami bersama tim BKKBN Jatim akan melakukan roadshow di dinas-dinas tingkat provinsi, kabupaten dan kota," katanya.

Sedangkan Pelaksana Tugas Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Mayang Mariana, berharap kepemimpinan baru di BKKBN Jatim mampu memperkuat implementasi kebijakan nasional di daerah. 

“Jatim memiliki posisi strategis dalam pembangunan keluarga dan kependudukan. Kepemimpinan baru di BKKBN Jatim, diharapkan mampu menjadi motor penggerak implementasi kebijakan nasional dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan berdaya saing,” ucapnya.

Sementara itu Khofifah menyampaikan, pembangunan keluarga, pengendalian kependudukan, dan percepatan penurunan stunting merupakan fondasi utama dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: 6 Pejabat Pemprov Jatim Dirotasi, Aftabuddin Duduki 'Kursi Panas' Kadis ESDM!

Menurutnya, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi yang harus disiapkan secara serius melalui pembangunan manusia yang berkualitas sejak dari keluarga.

“Karena itu penguatan kualitas keluarga, percepatan penurunan stunting, pengendalian angka kematian ibu dan bayi, serta pembangunan kependudukan harus menjadi agenda bersama lintas sektor,” ucap Khofifah.

Dia menegaskan, pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, melainkan juga kualitas SDM, mobilitas penduduk, kualitas pengasuhan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.{*}

Baca juga: DPRD Jatim Bongkar Rapor Merah PT JGU: Nunggak Utang Dividen RP 4,72 M sejak 2019!

| Baca berita BKKBN Jatim. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer