DLH Surabaya Pastikan Tak Ada Pengadaan Mesin RDF: Kami Masih Evaluasi!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH), memastikan tahun ini tidak ada pengadaan untuk menambah mesin Refuse Derived Fuel (RDF).
DLH lebih memilih mengevaluasi hasil pengadaan tahun sebelumnya, sembari mematangkan kerja sama dengan industri semen dan PLN agar hasil olahan sampah dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca juga: Pemkot Surabaya Awasi Ketat Usaha di Permukiman, Tanpa Izin Wajib Ditutup!
“Tidak ada pengadaan tahun ini, karena kami masih melakukan evaluasi terhadap hasil pengadaan tahun lalu,” tegas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DLH Surabaya, Ali Mustofa, Jumat (19/6/2026).
Menurut Ali, pengembangan teknologi RDF merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.
Karena itu, Pemkot Surabaya tengah mempersiapkan kerja sama dengan sejumlah offtaker, seperti industri semen dan PLN, untuk memanfaatkan bahan bakar alternatif hasil pengolahan sampah tersebut.
“Ke depan hasil pengolahan RDF ini akan dikerjasamakan dengan industri semen dan PLN, sehingga sampah tidak semuanya dibuang ke TPA Benowo,” ujarnya.
Baca juga: Box Culvert Surabaya Telan Korban Jiwa, Eri Cahyadi Beber Hasil Investigasi!
Meski penjajakan kerja sama telah dilakukan sejak tahun lalu, Ali mengakui proses tersebut masih dalam tahap penyesuaian spesifikasi. Saat ini, kedua belah pihak masih mengkaji komposisi RDF yang sesuai dengan kebutuhan industri penerima.
“Sekarang akan dilakukan kerja samanya untuk mengetahui komposisi hasil RDF, yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh offtaker,” jelasnya.
Sambil menunggu realisasi kerja sama tersebut, hasil pengolahan sampah organik masih dimanfaatkan DLH menjadi kompos. Sedangkan RDF yang dihasilkan dipersiapkan sebagai bahan bakar campuran bersama batu bara.
Baca juga: Insiden Box Culvert Tewaskan 1 Pemotor, Eri Cahyadi Ancam Copot Kepala Dinas!
“Yang organik dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan RDF-nya direncanakan untuk bahan bakar campuran pembakaran bersama batu bara, melalui kerja sama dengan industri semen dan PLN,” ucapnya.{*}
| Baca berita DLH Surabaya. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur