Ipuk Rotasi 42 Kepala SMP di Banyuwangi, Minta Peka Cegah Anak Putus Sekolah!

Reporter : Andriansyah  |   Kamis, 09 Jul 2026 06:26 WIB
MUTASI KEPALA SEKOLAH: Bupati Ipuk beri ucapan selamat kepada kepala sekolah yang baru dimutasi. | Foto: Humas BWI

BANYUWANGI | Barometerjatim.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani merotasi 42 kepala sekolah SMP. Penyerahan surat keputusan (SK) dilakukan di Ruang Rempeg Jagapati, Rabu (8/7/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menginstruksikan para kepala sekolah untuk berperan aktif dalam penanganan permasalahan pendidikan, utamanya anak putus sekolah.

Baca juga: Unair Percepat Bangun Gedung FIKKIA, Ipuk Titip Angkat Arsitektur Banyuwangi!

“Kepala sekolah harus peka terhadap kondisi di sekitarnya. Misalnya, jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, segera rangkul mereka. Sudah berulang kali saya tegaskan, tidak boleh ada anak tidak bersekolah saat usia sekolah. Kita sudah menyediakan banyak skema,” katanya.

Berbagai kebijakan Pemkab Banyuwangi untuk menangani problem putus sekolah, terang Ipuk, di antaranya program Garda Ampuh (gerakan daerah angkat anak muda putus sekolah) yang menjaring dan mengangkat anak putus sekolah untuk disekolahkan kembali. Lalu program uang saku dan uang transport bagi pelajar kurang mampu.

“Tidak hanya yang dilakukan pemerintah daerah, kami juga sudah berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menangani masalah ini, misalnya dengan Baznas. Termasuk juga aksi sosial rutin yang dilakukan siswa Banyuwangi lewat Siswa Asuh Sebaya. Jadi tidak ada alasan untuk anak tidak bisa bersekolah,” ucapnya.

Sinergi penanganan permasalahan anak putus sekolah, menurut Ipuk, juga bisa dilakukan dengan melibatkan para orang tua siswa. Dia mengimbau agar para kepala sekolah mampu menjalin hubungan baik dengan para orang tua. 

“Bangun bonding dengan para orang tua. Terima dan jadikan saran serta masukan dari mereka sebagai dasar pembuatan kebijakan sekolah,” katanya.

Baca juga: Animo ke FIKKIA Tinggi, Unair Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis di Banyuwangi

Selain itu, Ipuk berpesan agar kepala sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

“Selain fasilitas yang memadai, semua guru juga harus bisa memberikan pembelajaran yang berkualitas, sehingga siswa merasa bahagia dan nyaman belajar di sekolah,” ujarnya.

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, 42 kepala sekolah yang mengalami rotasi jabatan tersebut minimal telah menjabat di sekolah awal selama dua tahun. 

Baca juga: Banyuwangi Magnet Investasi, Pabrik Kemasan Kaleng Resmi Beroperasi!

"Ini untuk penyegaran. Rotasi kita lakukan disesuaikan dengan karakteristik sekolah dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Harapannya ini bisa membawa perkembangan positif pada sekolah yang baru," ujarnya.{*}

| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer