Tingkat Kehilangan Air PDAM Sidoarjo Capai 40%, DPRD Wanti-wanti Direksi Baru!
SIDOARJO | Barometerjatim.com – Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho menilai tingkat kehilangan air (non-revenue water/NRW) di Perumda Delta Tirta yang mencapai sekitar 40 persen dari batas toleransi standar nasional 25-29 persen tidak hanya berpotensi mengurangi pendapatan, tapi juga dapat memengaruhi kualitas pelayanan ke masyarakat.
Karena itu, legislator asal PDIP tersebut menyebut diperlukan langkah terukur, berkelanjutan, dan didukung komitmen yang kuat dari jajaran direksi baru.
Baca juga: Kehilangan Air Problem Berat PDAM Sidoarjo, Dewas: Kalau Kualitas di Atas Surabaya!
"Direksi baru harus memberikan perhatian khusus terhadap persoalan kehilangan air. Ini harus menjadi salah satu fokus utama, karena berkaitan langsung dengan peningkatan pendapatan PDAM,” ujar Kusumo, Kamis (16/7/2026).
“Semakin rendah tingkat kehilangan air, semakin besar potensi pendapatan yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.
Diketahui, Pemkab Sidoarjo resmi mengumumkan tiga nama calon anggota direksi terpilih Perumda Delta Tirta. Yakni Luhur Pambudi Mulyono (Direktur Utama), Widyo Nugroho (Direktur Operasional), dan Rivelino Rizky Muchtar (Direktur Pelayanan).
Sesuai mekanisme, nama ketiganya kemudian diajukan ke Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memperoleh pertimbangan sebelum ditetapkan secara definitif.
Prioritas Program Kerja
Kusumo melanjutkan, upaya menekan kehilangan air tidak cukup hanya dengan perbaikan jaringan pipa yang mengalami kebocoran. Diperlukan pula penguatan sistem pemantauan distribusi.
"Termasuk meningkatkan akurasi pencatatan meter pelanggan, evaluasi jaringan secara berkala, serta memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi potensi kebocoran lebih cepat," katanya.
Baca juga: Setoran Parkir Sidoarjo Tak Terbayar Rp 14,8 M, PN: Belum Ada Pengajuan Eksekusi!
Karena itu, pihaknya mendorong jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo menjadikan penanganan tingkat kehilangan air sebagai salah satu prioritas utama dalam program kerja.
Senada disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan. Dia menegaskan direksi baru Perumda Delta Tirta harus menghadirkan terobosan yang baru, terstruktur, terencana, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Perlu inovasi baru yang terstruktur dan terencana, serta bisa dipertanggungjawabkan. Bukan sekedar sebuah mimpi," ucap legislator asal PKB tersebut.
Pihaknya mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Bupati Sidoarjo, Subandi dan panitia seleksi agar proses pemilihan direktur tidak hanya menghasilkan pemimpin yang menawarkan janji-janji, melainkan sosok yang memiliki business plan yang terukur dan realistis.
"Siapa pun yang terpilih sebagai direktur baru tidak boleh memberikan mimpi-mimpi, tapi bisa memberikan business plan yang terukur dan visibel, bukan sebuah mimpi," tegasnya.
Baca juga: PT ISS Belum Bayar Setoran Parkir Rp 14,8 M, Dishub Sidoarjo Ajukan Eksekusi ke PN!
Soal persoalan tingginya tingkat kehilangan air, menurut Sullamul selama ini kerap dijadikan janji utama setiap pergantian direksi. Namun penurunan tingkat kehilangan air secara signifikan dalam waktu singkat dinilai tidak realistis, apabila tidak dibarengi dengan inovasi yang jelas dan langkah-langkah yang dapat diimplementasikan.
"Kebetulan PDAM bersama Komisi B sebelumnya sudah melakukan trial sebuah inovasi penurunan kehilangan air di desa di Sidoarjo dan sudah berhasil. Artinya keberhasilan yang dilakukan itu layak atau tidak untuk dilanjutkan, silakan dikaji direksi baru, tapi nyatanya bisa," tandasnya.{*}
| Baca berita DPRD Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur