HIV di Sidoarjo Capai 7.230 Kasus, PCNU Prihatin: Jangan Biarkan Rusak Generasi!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Jumat, 31 Jul 2026 04:17 WIB
PRIHATIN: KH Zainal Abidin, prihatin dengan tingginya kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo. | Foto: PCNU Sidoarjo

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Ketua Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin prihatin dengan tingginya kasus HIV di kabupaten berjuluk Kota Delta tersebut.

"Ini keprihatinan kita semua. Kalau pengidap HIV semakin hari semakin meningkat, maka seluruh stakeholder ikut bertanggung jawab terhadap fenomena ini,” katanya, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Waduh! Penderita HIV di Sidoarjo Bertambah, Terungkap Ada 316 Kasus Baru

“Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, khususnya tokoh agama, harus saling bekerja sama, saling merangkul, dan melakukan edukasi yang terstruktur serta pencegahan sejak dini," sambungnya.

Berdasarkan data SIHAPIMS (Sistem Informasi HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual) Kabupaten Sidoarjo, terungkap 316 kasus baru selama Januari-Juni 2026.

Tren penambahan kasus tersebut menurun dibandingkan 2025 sebanyak 651. Namun total kumulatif sejak 2001-2026 terus bertambah mencapai 7.230.

Sasar Generasi Muda

Kiai Zainal menegaskan, upaya pencegahan perlu menyasar generasi muda melalui kewenangan dan peran masing-masing institusi.

Pemerintah sebagai eksekutif, bersama legislatif dan para pemangku kepentingan, diharapkan memiliki visi yang sama dalam menyusun kebijakan yang efektif untuk mengendalikan penyebaran HIV.

Baca juga: HIV di Sidoarjo Meledak Capai 1.183 Kasus, DPRD Desak Dinkes Skrining Jemput Bola!

"Pemerintah sebagai eksekutif, para legislator, serta seluruh pemangku jabatan harus memiliki satu visi dan misi dalam membuat kebijakan agar virus ini tidak terus-menerus merusak generasi Sidoarjo," ucapnya.

Di sisi lain, Kiai Zainal menekankan pentingnya kontribusi tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada warga. 

Menurutnya, edukasi yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya HIV sekaligus menghilangkan stigma negatif terhadap masyarakat.

"Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terus melakukan edukasi di wilayah masing-masing, serta membangun kerja sama dengan seluruh stakeholder," katanya.

Baca juga: Dinkes Sidoarjo Bantah Ada 522 Pelajar Terpapar HIV: Tinggal 53 Kasus!

Selain pendekatan sosial dan kebijakan publik, Kiai Zainal mengajak masyarakat memperkuat dimensi spiritual. Dia memandang meningkatnya berbagai persoalan sosial, termasuk penyebaran HIV, menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperbaiki kualitas keimanan dan memperbanyak ikhtiar spiritual.

"Ini juga merupakan peringatan dari Allah agar kita meningkatkan kapasitas spiritual, memperbanyak riyadha, dan melakukan pendekatan-pendekatan spiritual kepada seluruh masyarakat agar ikhtiar kita juga dibarengi dengan pertolongan Allah," pungkasnya.{*}

| Baca berita Pemkab Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer