Ansor Lamongan Kecam PAN: Jualan Nahdliyin tapi Menterinya Tak Adil ke Kader NU!

Reporter : -
Ansor Lamongan Kecam PAN: Jualan Nahdliyin tapi Menterinya Tak Adil ke Kader NU!
KECAM PAN: Mukhlisin (kanan) bersama Ketua Ansor Jatim Musaffa Safril, ramai-ramai kecam PAN. | Foto: IST

LAMONGAN | Barometerjatim.com – ​Ketua PC GP Ansor Lamongan, M Mukhlisin turut mengecam manuver Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang menarasikan partainya sebagai 'Partai Anak Nahdliyin'

"Saya selaku Ketua PC GP Ansor Lamongan mengecam atas eksploitasi salah satu partai politik, dalam hal ini PAN, yang ke mana-mana mengampanyekan sebagai 'Partai Anak Nahdliyin' atau plesetannya, atau mencoba mendekat kepada Nahdliyin,” katanya, Senin (7/9/2026).

Terlebih, tandasnya, klaim politik tersebut justru berbanding terbalik dengan kebijakan nyata yang dirasakan kader Nahdlatul Ulama (NU) di lapangan. 

Salah satunya terkait kebijakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Yandri Susanto yang merupakan salah satu elite PAN, dirasakan tidak adil terhadap pendamping desa kader NU.

“Kebijakan-kebijakan yang diambil, terutama pada Kemendes terkait dengan beberapa pendamping desa yang notabene berasal dari teman-teman Ansor itu kurang adil,” ucap Mukhlisin.

“Banyak dari teman-teman Ansor ini direlokasi tempat tugasnya yang jauh dari tempat kerja sebelumnya maupun tempat domisilinya,” bebernya.

Menurut Mukhlisin, ​langkah tersebut dinilai mencederai semangat keberpihakan terhadap Nahdliyin. 

Karena itu, Ansor Lamongan bersuara tegas untuk menghentikan pemanfaatan simbol-simbol Nahdliyin demi mendulang suara politik tanpa dibarengi komitmen dan keadilan nyata.

“Jadi kami agak keberatan. Kami mohon sekaligus mengecam, jangan lagi menjual komoditas Nahdliyin sebagai urusan politik yang notabene itu berbanding terbalik dengan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada kader-kader NU maupun warga Nahdliyin,” pungkasnya.{*}

| Baca berita Ansor. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.