Didampingi Umsida, UMKM di Sidoarjo Beralih dari Pembukuan Manual ke Aplikasi

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Rabu, 19 Agu 2026 02:03 WIB
DIGITAL: Owner Rempeyek Mangkok, Indah praktik gunakan aplikasi Bukukan bersama mahasiswa Umsida. | Foto: Umsida

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), menggelar kegiatan “Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Aplikasi” bersama kelompok UMKM Rempeyek Mangkok.

“Kegiatan ini bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat, ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital,” terang Direktur DRPM Umsida, Prof Dr Sigit Hermawan dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Baca juga: SGE 2026 Catat Transaksi Rp 7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Pendampingan, lanjutnya, difokuskan pada peningkatan kemampuan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi Bukukan. 

Melalui kegiatan ini, pelaku usaha didampingi untuk mulai meninggalkan pencatatan secara manual dan mengenal cara mencatat transaksi secara lebih praktis, terstruktur, dan mudah dipantau.

Sigit menekankan pentingnya literasi digital bagi pelaku UMKM seiring perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi pengelolaan usaha, termasuk pencatatan keuangan.

“Pencatatan keuangan yang tertib dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara lebih akurat, menghitung keuntungan, mengendalikan pengeluaran, serta menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis,” paparnya.

MODUL TUTORIAL: Tim Umsida serahkan modul tutorial penggunaan aplikasi Bukukan kepada Indah. | Foto: Umsida

Kondisi tersebut, tandasnya, menjadi penting karena sebagian pelaku UMKM masih melakukan pencatatan transaksi secara sederhana dan manual.

Selain pendampingan keuangan, peserta juga mendapatkan materi terkait diversifikasi produk dan perluasan pasar yang disampaikan Dosen Umsida, Wiwit Hariyanto.

Materi tersebut membahas pentingnya inovasi produk dan strategi perluasan pasar, untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM.

Baca juga: Pererat Silaturahmi, PWI Sidoarjo-Sapma PP Gelar Fun Match

Menurut Wiwit, diversifikasi produk dapat dilakukan melalui variasi rasa atau bentuk, inovasi kemasan, ukuran, maupun pengembangan produk turunan.

“Di sisi pemasaran, pelaku usaha juga perlu mengenali target konsumen, memperkuat identitas produk, menjaga kualitas, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pasar,” terangnya.

Libatkan Mahasiswa

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik aplikasi Bukukan yang dipandu Wiwit.

Pendampingan melibatkan mahasiswa Umsida yang membantu owner UMKM Rempeyek Mangkok, Indah untuk memasukkan transaksi usaha berdasarkan catatan keuangan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.

Baca juga: Mengenal Ego Setyawan, Pemuda Sidoarjo Bikin Dapur Para Tetangga Tetap Ngebul!

Sebagai bagian dari keberlanjutan pendampingan, tim Umsida menyerahkan modul tutorial penggunaan aplikasi Bukukan kepada Indah. 

Selain modul, tim Umsida juga memberikan bantuan berupa satu kardus minyak goreng untuk menunjang kegiatan produksi UMKM Rempeyek Mangkok.{*}

| Baca berita UMKM. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer