Jatim Tuan Rumah FESyar Jawa, Gubernur BI: Kita Tak Bisa Pindah ke Lain Hati!

Reporter : -
Jatim Tuan Rumah FESyar Jawa, Gubernur  BI: Kita Tak Bisa Pindah ke Lain Hati!
FESYAR JAWA 2026: Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa di Grand City Convex Surabaya. | Foto: Pemprov Jatim

SURABAYA | Barometerjatim.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

FESyar Jawa 2026 menghadirkan 312 stan pameran. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida hingga 27 September tersebut, menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 pada Oktober 2026 di Jakarta.

Melalui forum, pameran, dan kompetisi, FESyar mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pesantren, pemerintah, serta berbagai mitra untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah.

Destry mengatakan, Jatim dipilih sebagai tuan rumah karena potensinya sebagai barometer ekonomi syariah nasional. Jatim juga memiliki 97,33% penduduk muslim dan 7.347 pesantren. Tak hanya itu, Surabaya memiliki sejarah penting sebagai lokasi pertama penyelenggaraan ISEF pada 2014.

"FESyar ini sudah 13 kali diselenggarakan dan tidak pernah bergeser dari Jatim. Kita tidak bisa berpindah ke lain hati, karena nama Festival Ekonomi Keuangan Syariah itu sudah dipatenkan Jatim 13 tahun lalu," katanya.

Destry melihat acara ini bagus sekali dan sangat cocok dengan Indonesia, karena mempunyai potensi yang sangat besar dengan muslim yang sangat besar pula.

"Kami berpikir tidak cukup kalau hanya di regional sehingga FESyar ini kami bawa ke level pusat. Tapi idenya ada di sini, sehingga FESyar Jawa akan selalu ada di Jawa Timur," ucapnya.

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menekankan provinsi yang dipimpinnya memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri halal.

Menurutnya, penguatan ekosistem dari produksi hingga pemasaran perlu terus dilakukan, agar semakin banyak produk Jatim mampu menjangkau pasar global.

"Kekuatan ekosistem halal Jatim terus berkembang. Untuk sekarang, kita sudah punya 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat atau KHAS, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal. Insyaallah ini akan selalu kita kembangkan lebih jauh," paparnya.

Perkembangan itu juga terlihat dari sertifikasi halal. Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jatim, mencakup sekitar 1,8 juta produk. 

Khofifah berharap ini menjadi modal untuk memperkuat kepercayaan konsumen, meningkatkan daya saing produk Jatim, sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha.

"Penguatan ekosistem halal juga berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah. Nilai aset perbankan syariah di Jatim mencapai Rp 937,13 triliun dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 857,63 triliun," terangnya.

Karena itu, FESyar harus menjadi tempat lahirnya kerja sama yang terus berlanjut bahkan setelah festival ini selesai. Sebab, kesuksesannya dilihat dari long lasting impact yang dirasakan masyarakat.{*}

| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.