Emil Dardak Nakhodai Lagi MES Jatim, Khofifah Puji Dedikasinya untuk Ekonomi Syariah!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak kembali terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jatim untuk periode 2026-2031. Pelantikan digelar di Grand City Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Emil yang sebelumnya memimpin MES Jatim periode 2022-2025, dilantik bersama 85 orang Pengurus Wilayah MES Jatim yang dilakukan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat MES sekaligus Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Usai dilantik, Emil menegaskan akan memberikan fokus lebih terhadap pemberlakuan sertifikat halal. Terlebih dengan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memenuhi persyaratan, meskipun produk mereka sebenarnya memang sudah halal.
"Kita berharap bahwa kapabilitas Jatim ini dalam meraih sertifikasi halal bisa menjadi semacam motor penggerak,” ujarnya.
Salah satu yang sudah didorong, yakni Halal Industrial Park yang diharapkan bisa juga mendapatkan insentif fiskal sebagai sebuah KEK.
“Karena Halal Industrial Park ini jadi salah satu jalan kita, untuk katalisasi pemenuhan-pemenuhan sertifikasi halal," jelasnya.
Keuangan Syariah
Selain perhatian terkait sertifikasi produk halal, Emil juga menyoroti dimensi keuangan syariah. Menurutnya, masih banyak tantangan-tantangan praktis di lapangan yang diharapkannya bisa MES jawab bersama.
"Tetapi insyaallah, Pemprov Jatim dan Bank Indonesia selalu memberikan atensi besar. Termasuk Bank Jatim yang menjadi teladan dengan mengembangkan UUS-nya, Unit Usaha Syariah," jelasnya.
Emil juga mengungkapkan apresiasi atas solusi dan dukungan dari semua pihak. Terlebih kepada Bank Indonesia yang menjadi bagian inti dari MES.
"Semoga MES Jatim bisa senantiasa memberikan kontribusi kepada MES pusat. Mudah-mudahan, insyaallah, roda organisasi bisa tetap berjalan dengan baik, sembari kita menunggu arahan pengurus pusat berikutnya. Terima kasih," ucapnya.
Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam pelantikan mengapresiasi dedikasi MES dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Jatim.
“Sebelumnya Pak Wagub juga menjadi ketua umum untuk periode 2022-2025, dan saya melihat langsung betapa dedikasi beliau sangat kuat untuk ekonomi syariah di Jatim," imbuhnya.
Menurut Khofifah, kehadiran MES Jatim dan kepemimpinan Emil telah memperkuat kerja sama antarpelaku dalam ekosistem ekonomi syariah.
Halal Value Chain
Selebihnya, Khofifah menyebut Jatim memiliki modal besar berupa kekuatan UMKM, industri halal, ekonomi pesantren, serta berbagai sektor produktif lainnya.
Seluruh kekuatan tersebut perlu dihubungkan dalam satu rantai nilai halal atau halal value chain yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Secara lebih luas, Jatim memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi 25,40% terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34% terhadap perekonomian nasional.
"Dan perekonomian kita ini banyak ditopang oleh ekosistem halal, UMKM, dan produk pesantren. Maka, di Jatim, kita memang sedang mengusahakan halal value chain yang terintegrasi," katanya.
Bahkan, Jatim di bawah kepemimpinannya dan Emil sebagai Ketua Pengarah dan Ketua Harian Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) telah banyak mencetak prestasi.
Salah satunya berbagai penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Juli lalu.
“Kita harap capaian ini bisa terus meningkat, ekosistem syariah kita terus terbangun dan semakin membawa penyejahteraan untuk masyarakat,” ucapnya.{*}
| Baca berita Pemprov Jatim. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur