Siswa Belajar Sambil Lesehan, DPRD Surabaya Minta Percepat Perbaikan Sarpras
SURABAYA | Barometerjatim.com – Keterbatasan ruang kelas di SDN Semolowaru IV, menjadi salah satu persoalan yang dinilai perlu segera ditangani. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai mendorong percepatan pendataan dan perbaikan sarana prasarana (sarpras) sekolah negeri.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapati terdapat 12 rombongan belajar (rombel) di SDN tersebut tetapi hanya tersedia 8 ruang kelas.
Baca juga: Armada Wira Wiri Bertambah, DPRD Surabaya Dorong Jangkau Lebih Banyak Kawasan
Akibatnya, 4 rombel harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) siang hari. Sebagian siswa, bahkan terpaksa belajar lesehan di perpustakaan karena keterbatasan fasilitas.
“Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam menindaklanjuti usulan perbaikan sekolah,” kata Bahtiyar dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Menurut Bahtiyar, pengajuan perbaikan SDN Semolowaru IV telah disampaikan sejak Maret 2026. Namun hingga September atau Oktober, belum terlihat tindak lanjut yang memadai.
"Ini menjadi potret buruk koordinasi antar-OPD yang perlu diperbaiki. Kalau sudah diajukan sejak Maret, seharusnya ada tindak lanjut. Apalagi sekarang sudah mendekati pembahasan APBD 2027," ujarnya.
Karena itu, Bahtiyar meminta Pemkot Surabaya memetakan kondisi seluruh sekolah negeri, mulai tingkat SD hingga SMP. Pendataan diperlukan untuk mengetahui sekolah yang membutuhkan tambahan ruang kelas, perbaikan bangunan, hingga pengadaan sarana belajar.
Baca juga: 45 Penerima RJ Jalani Sanksi Sosial di Liponsos Keputih, Bantu Mandikan ODGJ!
Dia menegaskan, penanganan setiap sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat urgensinya. Dengan begitu, anggaran yang dialokasikan bisa tepat sasaran.
"Setiap sekolah tentu memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang kekurangan ruang kelas, ada yang bangkunya sudah tidak layak," kata legislator asal Partai Gerindra tersebut.
"Semuanya perlu dicek terlebih dahulu, kemudian ditentukan mana yang paling mendesak," sambungnya.
Dia mencontohkan program perbaikan Balai RW yang pernah dilakukan Pemkot Surabaya secara serentak pada 2023. Menurutnya, program tersebut bisa menjadi referensi untuk menyusun perbaikan sarana pendidikan secara terencana dan bertahap.
Baca juga: Anggaran Daerah Terbatas, Pemkot Surabaya Perkuat Layanan 3 Sektor Ini di 2027!
Selain mengandalkan APBD, Bahtiyar mendorong Pemkot Surabaya memanfaatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Perbaikan sekolah dinilai bisa disinergikan melalui program pemerintah pusat dan APBD Surabaya, sesuai kewenangan serta kebutuhan di lapangan.{*}
| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur