Didorong DPC PDIP Ambil Formulir, Anas Masih Pikir-pikir

barometerjatim.com  |   Selasa, 13 Jun 2017 00:20 WIB

POSISIKAN DIRI SEBAGAI PENDENGAR: Bupati Abdullah Azwar Anas, mengabdi di Banyuwangi tak kalah penting kendati cakupan kabupaten tak seluas Provinsi Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

BANYUWANGI, Barometerjatim.com Dua hari lagi pendaftaran bakal Cagub/Cawagub Jatim lewat PDIP ditutup. Dari kandidat teratas, baru Wagub Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang mendaftar. Sementara nama lain sekelas Mensos Khofifah Indar Parawansa, Walikota Surabaya Tri Rismaharini maupun Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas belum terlihat.

Baca juga: Manggung di Harjaba, Band Kotak Usung Keluarga Jelajahi Banyuwangi

Azwar Anas, saat ditemui Barometerjatim.com di kediaman Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Masykur Ali di kompleks Ponpes Ibnu Sina, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Minggu (11/6) malam, mengakui ada dorongan dari sejumlah DPC agar dirinya ikut mendaftar lewat PDIP.

"Memang ada DPC PDIP yang meminta kami untuk mendaftar, ini masih kami pertimbangkan. Kita lihat saja nanti, ini saya juga lagi berkonsultasi dengan banyak pihak," katanya.

Baca juga: Sembako Pengganti Karangan Bunga Hari Jadi ke-254 Banyuwangi, Capai 2.145 Paket!

Baca: Bersaing Sesama Kader NU, Kiai Hisyam Unggulkan Khofifah

Namun dia buru-buru menegaskan, baginya mengabdi di Banyuwangi tidak kalah dengan di Jatim. Kalau Jatim yang lebih luas membutuhkan? "Belum ada sih yang membutuhkan," candanya. "Kita lihat nanti sambil jalan."

Baca juga: Wings Air Buka Rute Anyar Lombok-Banyuwangi, Harga Tiket Rp 800-900 Ribu!

Selain masih ingin berkonsentrasi di Banyuwangi, saat ini Azwar Anas juga memilih lebih banyak mendengar. "Kan sudah ada senior-senior ini, ada Bu Khofifah, Gus Ipul dan lainnya. Jadi saya lebih banyak mendengar, masih dengar kanan-kiri," ujarnya.

Terkait kemungkinan persiangan kader NU di Pilgub Jatim 2018, Anas menegaskan justru itu membuktikan kalau potensi kaderisasi di NU sangat bagus. "Tapi saya kira sekarang tidak hanya NU atau bukan NU, melainkan akseptabilitas terhadap semua segmen itu penting. Jadi tidak bisa lagi NU atau bukan NU," tandasnya.

Tags :

Berita Terbaru

Berita Populer