Hadiri Sedekah Bumi, Adi Sutarwijono: Jaga Agar Adat Istiadat dan Seni Budaya Tetap Hidup
ADAT ISTIADAT: Adi Sutarwijono hadiri acara sedekah bumi di Kecamatan Wiyung, Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SURABAYA, Barometerjatim.com Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menghadiri kegiatan sedekah bumi di eks Pedukuhan Sumberan, Kampung RW 04 Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Minggu (25/9/2022) malam.
Baca juga: Dorong Naik Kelas, PKS Jatim Dampingi 1.600 UMKM selama Setahun!
Kegiatan adat istiadat itu digelar dengan menampilan kesenian tradisional reog dan jaranan atau kuda lumping. Sambutan warga yang menonton sangat atusias sampai berjubel.
Selain itu, ada juga pasar malam yang dipenuhi lapak-lapak pelaku UMKM dan pedagang kaki lima berjajar di pinggir jalan. Terlihat panitia dan pengurus kampung sibuk mengatur warga.
- Baca: Lecut Kader Perempuan PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono: Turun Bantu Wong Cilik, Rakyat Pasti Ingat!
Dalam sambutannya, Adi memberikan apresiasi dan sangat mendukung pelestarian adat istirahat sedekah bumi. Apalagi dalam sedekah bumi juga diberikan ruang bagi pelaku kesenian tradisional untuk tampil.
Baca juga: VIDEO: Hasto Cerita Hidupnya Sangat Sempurna di Penjara, Kini Kolesterol Naik Lagi!
Pelaku-pelaku UMKM juga terangkat, sehingga mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi di Surabaya setelah dua tahun dilanda pandemi Covid-19, kata legislator yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya itu.
Adi menambahkan, sedekah bumi adalah kegiatan yang diwariskan pendiri desa yang sudah lama berakar di Kota Pahlawan.
- Baca: Hadiri Sekolah Legislatif Mahasiswa Unair, Pesan Ketua DPRD Surabaya: Penting Dengar Suara Rakyat!
Dia mendukung upaya-upaya pelestarian tradisi adat istiadat sedekah bumi dan merawat seni budaya yang diwariskan para generasi pendahulu.
Baca juga: Hasto Ungkap Hidupnya Sempurna di Penjara: Sekarang Kolesterol Naik Lagi!
Kita harus jaga, agar adat istiadat dan seni budaya tetap hidup di tengah kemajuan Surabaya, tuntas Adi.
» Baca berita terkait DPRD Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.