Grand Final Cak dan Ning 2022, 15 Finalis Promosi Batik Khas UMKM Surabaya

barometerjatim.com  |   Minggu, 13 Nov 2022 10:19 WIB

BATIK SURABAYA: 15 pasang finalis Cak san Ning 2022 kenakan batik khas UMKM Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com Gelaran Grand Final Pemilihan Duta Wisata Cak dan Ning Surabaya 2022 yang digelar di Monumen Tugu Pahlawan, Sabtu (12/11/2022), berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Dorong Naik Kelas, PKS Jatim Dampingi 1.600 UMKM selama Setahun!

Ini karena 15 pasang finalis yang telah melalui serangkaian proses panjang, ikut mengenalkan motif batik khas Surabaya karya desainer dan UMKM di Kota Pahlawan besutan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Ketua Dekranasda Surabaya, Rini Indriyani turut menyaksikan unjuk kebolehan dari 15 pasang finalis tersebut.

Alhamdulillah Cak dan Ning adalah duta wisata, maka promosi yang dilakukan adalah motif batik Surabaya. Seperti yang saya pakai adalah batik Surabaya, jadi kita memang mempromosikan batik Surabaya, kata Eri.

Promosi atau branding motif batik khas Surabaya, lanjut Eri, akan digalakkan terus menerus. Salah satunya melalui para duta wisata Cak dan Ning terpilih, agar seluruh masyarakat Kota Pahlawan hingga kanca internasional bisa mengenal motif batik khas Surabaya.

Salah satunya adalah bagaimana duta wisata Cak dan Ning ini menunjukkan apa saja yang ada di Kota Surabaya. Kalau itu berupa baju, bisa dipakai budayanya seperti batik, kata Eri.

Baca juga: 500 Ribu Wisatawan Serbu Surabaya di Libur Nataru, Mal Jadi Primadona!

Setelah itu dia mempromosikan, mengajak, dan mendampingi tamu untuk melihat kawasan-kawasan wisata di Surabaya, seperti Kya-Kya, Tunjungan Romansa, dan kawasan wisata lainnya, jelasnya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Surabaya, Rini Indriyani menuturkan upaya mengenalkan motif batik khas Surabaya tidak hanya dilakukan sekali. Sebab, nantinya, semua event yang digelar Pemkot akan diwajibkan mengenalkan motif batik khas Surabaya.

Ini salah satu cara kita mempromosikan dan mengenalkan ke semua. Tadi juga ada duta wisata dari berbagai daerah di Jawa Timur, itu juga salah satu upaya batik Surabaya bisa dikenal di luar Surabaya, ucapnya.

Karena itu, Rini berharap para duta wisata Cak dan Ning sebagai perwakilan generasi muda di Kota Pahlawan, terus mempromosikan motif batik khas Surabaya dan berbagai kawasan wisata lainnya.

Baca juga: Surabaya Tutup 2025 dengan Prestasi: Orang Miskin Tersisa 105 Ribu, IPM Tertinggi di Jatim!

Yakni, bagaimana generasi muda terbiasa mengenakan busana batik, khususnya motif batik khas Surabaya serta menikmati kawasan wisata lainnya di Kota Pahlawan, pungkasnya.

» Baca berita terkait Batik. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.


Berita Terbaru

Berita Populer