Ongkos Logistik ke Eropa Naik 63%, Ketua DPD RI LaNyalla: Harus Ada Solusi untuk UMKM Ekspor

Reporter : Roy Hasibuan  |   Selasa, 30 Jan 2024 14:26 WIB
KHAWATIR: LaNyalla, khawatir dengan keberlangsungan ekspor produk UMKM ke Eropa. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Ketua DPD RI,  AA LaNyalla Mahmud Mattalitti khawatir dengan keberlangsungan ekspor produk UMKM ke Eropa. Mengingat biaya pengiriman barang dari Asia ke Eropa yang melonjak hingga mencapai 63%, seperti disampaikan Indonesian National Shipowners' Association (INSA).

Oleh karena itu, LaNyalla meminta pemerintah pusat mengambil langkah tepat bagi para pelaku UMKM yang sudah berhasil merambah ekspor, sehingga mereka tidak terhenti gara-gara kenaikan biaya logistik.

Baca juga: Dorong Naik Kelas, PKS Jatim Dampingi 1.600 UMKM selama Setahun!

"Pemerintah harus mencarikan solusi bagi para pelaku UMKM yang sudah berhasil merambah pasar ekspor. Karena kenaikan biaya logistik ini bisa membuat biaya operasional semakin tinggi dan akhirnya mereka tidak mampu menutup biaya ekspor sehingga memilih menghentikan ekspor," kata LaNyalla, Selasa (30/1/2024).

| Baca juga:

Jika tidak menjadi perhatian pemerintah, LaNyalla menyampaikan, kondisi tersebut bisa mengganggu stabilitas perekonomian nasional. Faktanya saat ini penopang ekonomi Indonesia adalah UMKM. Bahkan, 90 persen pelaku usaha domestik di Indonesia ini justru UMKM.

Baca juga: Surabaya Tutup 2025 dengan Prestasi: Orang Miskin Tersisa 105 Ribu, IPM Tertinggi di Jatim!

"Jika pemerintah berkomitmen mendorong UMKM agar bisa menguasai pasar ekspor, inilah saatnya pemerintah hadir, sehingga pelaku UMKM tidak terkendala biaya logistik," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, INSA menyebut konflik yang terjadi di Laut Merah membuat tarif logistik pengiriman kapal atau freight cost dari Asia ke Eropa melonjak drastis, sekitar 53% sampai 63%.{*}

Baca juga: Aplikasi Si-Boyo, Lapak Baru UMKM Surabaya Tingkatkan Omzet!

| Baca berita UMKM. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer