Misi Dagang Jatim di NTT Tembus Rp 1,88 T, Sektor Kelautan dan Perikanan Rp 100,9 M!

Reporter : Retna Mahya  |   Senin, 10 Nov 2025 15:56 WIB
DAMPINGI GUBERNUR: Kepala DKP Jatim, Isa Anshori dampingi Gubernur Khofifah dalam misi dagang di NTT. | Foto: DKP Jatim

SURABAYA | Barometer Jatim – Misi dagang dan investasi Pemprov Jatim di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menghadirkan lebih dari 250 peserta terdiri dari instansi pemerintah dan pelaku usaha berbagai sektor kedua provinsi, mencatatkan rekor transaksi Rp 1,88 triliun (1.882.272.300.000).

Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena itu berlangsung di Aston Kupang Hotel & Convention Center, Kamis (6/11/2025). Turut mendampingi Khofifah sejumlah pejabat Pemprov Jatim, di antaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim, Isa Anshori

Baca juga: Produksi Jagung Banyuwangi Capai 250.596 Ton, Ipuk: Selalu Surplus!

Capaian transaksi Rp 1,88 triliun menjadi yang terbesar sepanjang sejarah atau dari 46 kali misi dagang misi dagang dan investasi digelar Pemprov Jatim.

Dari total nilai transaksi tersebut, penjualan produk asal Jatim mencapai Rp 1,727 triliun, pembelian produk dari NTT Rp 102,18 miliar, dan komitmen investasi senilai Rp 52,5 miliar.

Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WITA tercatat transaksi Rp 1,882 triliun lebih. Ini merupakan capaian tertinggi dalam sejarah misi dagang Jatim,” ujar Khofifah.

REKOR: Misi dagang dan investasi Jatim di NTT catat rekor transaksi Rp 1,88 triliun. | Foto: DKP Jatim

Khusus untuk pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, terjalin nilai transaksi Rp 100,9 miliar (100.980.000.000).

Baca juga: Pledoi, 4 Terdakwa Korupsi Hibah Jatim Merengek Minta Dihukum Ringan!

Rinciannya CV Rum Seafood, Sidoarjo dengan PT Fajar Flores Flamboyan Fishindo, Sikka untuk komoditas tuna loin, kakap 576 ton/tahun dengan nilai transaksi Rp 63.360.000.000.

Lalu PT Aneka Tuna Indonesia, Pasuruan dengan PT Fajar Flores Flamboyan Fishindo, Sikka untuk komoditas tuna 720 ton/tahun dengan nilai transaksi Rp 22.320.000.000.

Kemudian PT Sutraco Nusantara Megah, Sidoarjo dengan Suplier Yoksa, Kupang untuk komoditas rumput laut 900 ton/tahun dengan nilai transaksi Rp 15.300.000.000.

Khofifah menambahkan, hubungan dagang kedua provinsi terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS Perdagangan Antarwilayah (PAW) Jatim 2022, nilai perdagangan Jatim-NTT mencapai Rp 5,29 triliun dengan surplus perdagangan Jatim sebesar Rp 4,22 triliun.

Baca juga: Demo Korupsi Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik, Senggol Keras Nama Husnul Khuluq!

“Hubungan dagang antara Jatim dan NTT telah tumbuh dengan baik dan memberi manfaat ekonomi nyata. Kita ingin hubungan ini terus meningkat dan melahirkan banyak pelaku usaha baru yang siap naik kelas,” ujarnya.{*}

| Baca berita DKP Jatim. Baca tulisan terukur Retna Mahya | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer