Produksi Jagung Banyuwangi Capai 250.596 Ton, Ipuk: Selalu Surplus!
BANYUWANGI | Barometer Jatim – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyebut daerah yang dipimpinnya selalu mencatat surplus jagung.
"Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus," katanya saat panen raya jagung di areal Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: Menilik Budidaya Melon Hidroponik Banyuwangi, 2 Pekan Panen 1.000 Buah!
Panen raya kuartal IV tersebut turut dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto dan pemilik Green Farm yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jatim, Arum Sabil.
Ipuk menuturkan, pada 2025 produksi jagung mencapai 250.596,81 ton atau naik 19 persen dibanding 2024 sebesar 209.078 ton. Dengan kebutuhan daerah 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus jagung 180.754,50 ton pada 2025.
Selain jagung, produksi beras Banyuwangi juga selalu surplus. Pada tahun yang sama mencapai 546.923,81 ton, naik 7 persen dari tahun sebelumnya dengan surplus 383.258,03 ton.
"Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian dan TNI. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi," kata Ipuk.
Hasil Tanam November
Sedangkan Arum Sabil menjelaskan, panen raya di Green Farm merupakan hasil penanaman jagung seluas 50 hektare pada November 2025. Rata-rata produksi jagung gelondongan mencapai 8-10 ton per hektare.
"Berbagai uji coba budidaya terus kami lakukan. Hasil dari evaluasi, kami optimistis pada musim tanam berikutnya produktivitas bisa meningkat hingga 10-12 ton per hektare," katanya.
Baca juga: Khofifah Ajukan Suntikan Modal PT Jamkrida Rp 300 M, Fraksi PKB Ancam Menolak!
Sementara itu Khofifah mengatakan, Jatim menjadi kontributor jagung tertinggi di Indonesia. Capaian itu terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak hingga ke daerah, termasuk gerakan pramuka yang ikut memperkuat program ketahanan pangan nasional.
"Jatim sudah melewati ketahanan pangan dan saat ini menuju kedaulatan pangan. Ini berkat kolaborasi semua pihak," katanya.
Dia memaparkan, produksi jagung pipilan kering Jatim pada 2025 tercatat 4,8 juta ton. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibanding Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton, disusul Sumatera Utara 1,3 juta ton.
Kontribusi Jatim terhadap produksi jagung nasional pun mendekati 30 persen. Artinya, hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering Indonesia dipasok dari petani Jatim.
"Saya mengapresiasi dukungan semua pihak mulai Kapolda Jatim, Bupati Banyuwangi, hingga gerakan Pramuka se-Jatim yang turut menggerakkan penguatan ketahanan pangan di daerah," ujarnya.
Baca juga: Cegah Penyakit, Ipuk Gencar Dorong Puskesmas di Banyuwangi Jadi Mal Orang Sehat!
Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan, peningkatan produksi jagung harus diiringi perbaikan kualitas.
"Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani," ucapnya.{*}
| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur