Dipayungi Langit Mendung, Umat Hindu di Surabaya Antusias Arak Ogoh-ogoh

Reporter : Andriansyah  |   Rabu, 18 Mar 2026 22:46 WIB
OGOH-OGOH: Umat Hindu di Surabaya gelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh di parkir Pura Segara. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Ratusan umat Hindu di Surabaya menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh, menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di kawasan parkir Pura Segara, Rabu (18/3/2026).

Langit mendung yang menaungi kawasan tersebut tak menyurutkan semangat peserta. Umat Hindu bersama warga tetap mengikuti jalannya pawai dengan penuh antusias, menyatu dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Baca juga: Perluas CCTV di Jalan Protokol, Pemkot Surabaya Minta Dukungan Pengusaha!

Ogoh-ogoh berbentuk raksasa diarak dengan penuh semangat, menampilkan kreativitas sekaligus menyimpan makna filosofis sebagai representasi sifat-sifat negatif yang harus disucikan menjelang pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu, dalam sambutannya menegaskan pawai ogoh-ogoh bukan sekadar tradisi, melainkan sarana refleksi diri bagi umat.

“Pawai ogoh-ogoh merupakan wujud kreativitas yang sarat makna, sebagai simbol penyucian diri dan alam semesta dari pengaruh negatif sebelum melaksanakan Catur Brata Penyepian,” ujar Yayuk, sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan, melalui momentum tersebut masyarakat diajak untuk mengevaluasi diri dari berbagai sifat negatif seperti ego, iri hati, dan dengki, guna menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.

SEMANGAT: Penari turut mengiringi Pawai Seni Ogoh-Ogoh di parkir Pura Segara. | Foto: Barometerjatim.com/IST

“Sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga nilai toleransi, persatuan, dan keharmonisan di tengah perbedaan budaya dan keyakinan,” jelasnya.

Yayuk menandaskan, Pemkot Surabaya turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan ini. Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti kuatnya kolaborasi dalam menjaga keberagaman dan keharmonisan sosial di Kota Pahlawan.

“Melalui pawai ogoh-ogoh ini, diharapkan energi positif dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi yang telah lama menjadi fondasi kehidupan warga Surabaya,” harapnya.

Baca juga: Libur Lebaran Pengunjung KBS Diprediksi Melonjak, Jangan Khawatir Urusan Parkir!

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya, Ketut Gotra Astika, menyebut rangkaian kegiatan Nyepi tahun ini telah berjalan dengan lancar, dimulai dari upacara Melasti di laut hingga pelaksanaan Tawur Agung.

“Seluruh rangkaian Hari Raya Nyepi, mulai dari Melasti, Tawur Agung, Tawur Kesanga, hingga pawai ogoh-ogoh Tahun Saka 1948 dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.

Ketut menyebut, pawai ogoh-ogoh tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga mengandung pesan moral yang mendalam bagi kehidupan.

“Berawal dari pikiran yang positif akan melahirkan perkataan dan perbuatan yang positif, hingga akhirnya membentuk karakter yang baik dan membawa kehidupan yang lebih baik pula,” tuturnya.

Ketut juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran perwakilan Pemkot Surabaya sebagai wujud dukungan dalam menjaga toleransi. 

Baca juga: Hormati Nyepi, Eri Cahyadi Imbau Takbiran di Sekitar Pura Tanpa Pengeras Suara!

Dia pun mendoakan agar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi beserta seluruh jajaran Pemkot Surabaya senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas.

“Kehadiran ini menjadi bukti komitmen bersama untuk terus merawat persatuan dan menjaga toleransi di Kota Surabaya,” ucapnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer