Sampah Capai 1.100 Ton per Hari, Kepala Daerah Surabaya Raya Teken PKS PSEL!

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 30 Mar 2026 01:06 WIB
KOLABORASI: Eri Cahyadi bersama kepala daerah se-Surabaya Raya teken kerja sama PSEL. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA | Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Bupati dan Wali Kota di kawasan aglomerasi Surabaya Raya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3/2026) malam. 

Penandatanganan turut diikuti Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan disaksikan langsung Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

Baca juga: Pacu Industri Tembus Ekspor, Surabaya Buka 1.000 Lowongan Kerja di SIL Festival!

Eri menuturkan, penandatanganan kerja sama ini bagian dari kolaborasi lintas daerah dalam implementasi PSEL. Selain itu, Pemkot Surabaya sebelumnya juga mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi ke pemerintah pusat, salah satunya dengan teknologi insinerator.

Pengusulan fasilitas tersebut sejalan dengan ketentuan Peraturan Presiden (perpres) Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional. 

Surabaya sendiri saat ini telah memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Benowo dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari. Sedangkan produksi timbulan sampah di Kota Pahlawan telah mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri beberapa waktu lalu, masih ada sekitar 800 ton sampah per hari yang perlu ditangani,” kata Eri Cahyadi, Minggu (29/3/2026).

“Karena itu, Pemkot Surabaya mengusulkan penambahan fasilitas pengolahan sampah berbasis waste to energy untuk menangani sisa timbulan tersebut,” sambungnya.

Beda PSEL Benowo

Eri menjelaskan, usulan penambahan fasilitas tersebut sebelumnya diajukan sejak tahun lalu. Lokasinya juga telah disetujui di kawasan Sumberejo, sehingga berbeda dengan fasilitas pengolahan sampah yang ada di PSEL Benowo

Ketika usulan tersebut disetujui, Pemkot Surabaya tidak perlu menanggung biaya pembangunan fasilitas, penyusunan feasibility study, maupun membayar tipping fee seperti yang selama ini dilakukan pada fasilitas pengolahan sampah  di Benowo. 

Baca juga: Dukung Dewan Kebudayaan Surabaya, Isa Ansori: Pemkot Sudah di Jalur yang Benar!

Jika fasilitas baru ini terealisasi, maka sekitar 800 ton sampah per hari dari Surabaya akan diarahkan ke fasilitas tersebut. 

Eri menyebutkan, kapasitas pengolahan sampah yang direncanakan itu juga sekitar 1.000 ton per hari. Untuk memenuhi kapasitas tersebut, Pemkot juga menjalin kerja sama aglomerasi pengelolaan sampah dengan daerah lain di sekitar Surabaya, seperti Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo.

Pemanfaatan EBT

Sementara itu Khofifah mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis teknologi ramah lingkungan. 

“Ini adalah transformasi dari problem menjadi potensi. Yang kemudian diharapkan menghadirkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan di Jatim,” katanya.

Baca juga: Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Layanan Pemkot Surabaya Langsung 100 Persen!

Dari sisi kapasitas pasokan, menurut Khofifah, untuk kawasan Surabaya Raya total sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari. Rinciannya dari Surabaya 600 ton per hari, Kabupaten Gresik 250 ton per hari, Kabupaten Sidoarjo 150 ton per hari, dan Kabupaten Lamongan 100 ton per hari. 

Lokasi pembangunan PSEL Surabaya Raya ini direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

“Penandatanganan kerja sama ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ucap Khofifah.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer