Pansus Buka-bukaan: Bank Jatim Tulang Punggung PAD, 6 BUMD Lainnya Memble!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim Pembahas Kinerja BUMD membongkar ketimpangan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor BUMD. Bank Jatim menjadi tulang punggung utama, sedangkan 6 lainnya memble!
“Jika dilihat dari komposisi setoran dividen BUMD Jatim, fakta yang muncul sangat mencolok dan tidak dapat ditutupi dengan narasi administratif semata,” kata Juru Bicara Pansus, Abdullah Abu Bakar saat rapat paripurna DPRD Jatim, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Pansus Bongkar Setoran PAD Sektor BUMD, Ampun! Jatim Kalah Jauh dari Jateng
Pansus membeber, dari total setoran dividen Rp 488,1 miliar kontribusi terbesar berasal dari satu entitas, yaitu Bank Jatim yang menyumbang 86% atau lebih dari Rp 420 miliar.
Sebaliknya, seluruh BUMD lainnya -- baik yang bergerak di sektor energi, industri, logistik, maupun jasa -- hanya berbagi porsi sisa yang sangat kecil.
Sedihnya, beberapa holding besar seperti PT PJU (Petrogas Jatim Utama) hanya berkontribusi sekitar 7%. Lebih memprihatinkan lagi, holding seperti PT PWU (Panca Wira Usaha) dan PT JGU (Jatim Grha Utama) hanya berada di kisaran 0,2%-0,3%, yang secara nominal bahkan tidak mencapai Rp 2 miliar.
“Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan struktural yang sangat serius, dimana satu BUMD menjadi tulang punggung utama PAD, sementara sebagian besar BUMD lainnya belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan,” ucap Abu Bakar.
Dengan kata lain, tandasnya, struktur BUMD Jatim saat ini tidak mencerminkan diversifikasi sumber pendapatan daerah, melainkan justru menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi pada sektor perbankan, khususnya Bank Jatim.
Baca juga: VIDEO: 2 Tahun Bebas Berkeliaran, 16 Tersangka Korupsi Hibah Jatim Tak Kunjung Diborgol!
Secara keseluruhan, komposisi setoran dividen BUMD Jatim yakni Rp 488.116.592.768. Rinciannya PT Bank Jatim Rp 420.003.945.682 (86,05%), disusul PT PJU Rp 34.000.000.000 (6,97%), dan PT SIER/Surabaya Industrial Estate Rungkut Rp 17.900.000.000 (3,67%).
Lalu PT BPR (Bank Perekonomian Rakyat) alias Bank UMKM Rp 9.616.657.000 (1,97%), PT Jamkrida Rp 2.500.000.000 (0,51%), PT PWU Rp 1.650.950.000 (0,34%), PT AB (Air Bersih) Rp 1.231.413.086 (0,25%), dan PT JGU: 1.213.627.000 (0,25%).
Khusus PT SIER pemegang saham mayoritas (50%) yakni pemerintah pusat melalui PT Danareksa. Sisanya Pemprov Jatim 25 persen dan Pemkot Surabaya 25%.
Kondisi ini jauh berbeda dengan BUMD Jawa Tengah, misalnya, yang terlihat adanya pendekatan lebih seimbang.
Baca juga: Khofifah Tak Masuk Gubernur Berkinerja Terbaik, Gus Hans Sebut Perlu Faktor Emil!
Dari total investasi daerah Rp 698,3 miliar, kontribusi terhadap kinerja tidak hanya bertumpu pada satu entitas, meskipun Bank Jateng tetap dominan dengan sekitar 81,3%.
“Namun BUMD lainnya seperti BPR, sektor energi, hingga perusahaan jasa, masih mampu memberikan kontribusi yang lebih proporsional dibandingkan Jatim,” ungkap Abu Bakar.{*}
| Baca berita BUMD Jatim. Baca tulisan terukur Abdillah HR | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur