Selamatkan Ekosistem Tanah, DPRD Jatim Dorong Petani Beralih ke Pupuk Organik!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Jumat, 15 Mei 2026 21:06 WIB
PUPUK ORGANIK: Hadi Setiawan, dorong petani di Jawa Timur beralih ke pupuk organik. | Foto: Barometerjatim.com/HADI

SURABAYA | Barometerjatim.com – Anggota Komisi B DPRD Jatim, Hadi Setiawan mendorong masyarakat khususnya petani, untuk mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia seperti urea dan beralih ke pupuk organik. 

“Langkah tersebut penting, untuk menjaga keberlangsungan ekosistem tanah pertanian yang semakin mengalami penurunan kualitas,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Kritisi LKPJ Khofifah, PKS Singgung Dampak 965 Penghargaan ke Warga Jatim!

Menurut Hadi, saat ini sebagian wilayah sudah memasuki masa tanam dan panen, sehingga tepat untuk mulai memperkenalkan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Lahan pertanian itu setiap tahun mengalami penyusutan kualitas. Salah satu penyebabnya adalah rusaknya ekosistem tanah akibat bahan-bahan kimia yang masuk ke dalam tanah,” ucapnya.

Dia menilai, penggunaan pupuk organik bukan berarti hasil pertanian menjadi lambat atau tidak maksimal. Berdasarkan sejumlah diskusi dengan para petani yang telah menerapkan sistem organik, hasil panen justru cukup baik dan menjanjikan.

“Kami beberapa kali berdiskusi dengan petani yang memakai pupuk organik, hasilnya juga sangat luar biasa,” tegasnya.

Butuh Perhatian Pemprov

Legislator asal Partai Golkar itu menegaskan, perubahan pola pikir masyarakat memang membutuhkan proses. Selama ini petani cenderung memilih pupuk kimia karena dianggap lebih cepat, efisien, dan praktis. Namun, menurutnya, keberlanjutan lingkungan harus menjadi perhatian utama.

“Kalau kita mengingat bahwa lahan bumi ini adalah pemberian Tuhan, maka kita harus menjaga ekosistemnya, terutama di dunia pertanian,” ucapnya.

Baca juga: PKB Soroti Pengangguran di Pusat Pertumbuhan Ekonomi: Khofifah Berputar pada Retorika!

Hadi juga mendorong adanya pelatihan penggunaan dan pembuatan pupuk organik bagi masyarakat. Dia berharap Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dapat lebih aktif menginisiasi program tersebut.

Menurutnya, pelatihan serupa sebenarnya pernah dilakukan di beberapa daerah, termasuk yang pernah diinisiasi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji terkait pembuatan pupuk organik.

“Seharusnya pemerintah daerah mulai berpikir dan mendorong penggunaan bahan-bahan alami dalam pertanian,” ujarnya.

Selain berdampak pada tanah, Hadi juga menyinggung potensi efek bahan kimia terhadap kesehatan manusia. 

Baca juga: Jadi Perseroda, PKB Ingatkan Khofifah soal Catatan Negatif Pansus Terkait PT PJU!

Meski demikian, dia menilai kajian ilmiah lebih lanjut tetap perlu dilakukan para ahli untuk menjelaskan dampak penggunaan pupuk kimia secara menyeluruh.

Dia berharap masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk berbahan kimia, serta lebih berani menggunakan alternatif alami demi keberlanjutan sektor pertanian di Jawa Timur.{*}

| Baca berita DPRD Jatim. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer