Ketua DPRD: Sangat Ironi, Sidoarjo Daerah Metropolis Ternyata Kasus TB Tinggi!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Jumat, 05 Jun 2026 16:46 WIB
SOROTI KASUS TB: Abdillah Nasih, soroti kasus TB di Sidoarjo yang masih tinggi padahal daerah metropolis. | Foto: IG

SURABAYA | Barometerjatim.com – Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih meminta Pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) segera mengambil langkah strategis untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB). Hal itu menyusul tingginya kasus TB yang hingga kini mencapai 5.800-6.200.

Menurut Nasih, kondisi tersebut menjadi ironi bagi Sidoarjo yang dikenal sebagai kawasan metropolitan. Dia menilai, tingginya kasus TB menunjukkan masih adanya persoalan sanitasi dan pola hidup yang tidak sehat di tengah masyarakat.

Baca juga: Urusan Setoran Parkir Tak Kunjung Beres, DPRD Sidoarjo Segera Panggil Dishub!

“Kita meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Dinkes, untuk segera menggunakan langkah-langkah taktis strategis melakukan eliminasi TB secepatnya. Sangat ironis kalau kemudian Sidoarjo yang notabene daerah metropolis ternyata kasus TB-nya masih tinggi, harusnya tidak seperti itu,” ucapnya, Jumat (5/6/2026).

Terkait eliminasi TB, pemerintah pusat menargetkan tercapai pada 2030. Sedangkan Pemkab Sidoarjo menarget lebih cepat dua tahun, yakni pada 2028.

Karena itu, Nasih menekankan pentingnya langkah skrining dan sosialisasi secara masif ke masyarakat. Menurutnya, pasien TB harus didorong untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.

“Penyakit TB sebenarnya bisa disembuhkan asalkan pasien rutin berobat dan minum obat secara teratur. Karena itu masyarakat harus aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang ada,” katanya.

Pencegahan Penularan

Selain pengobatan, Nasih mengingatkan pentingnya upaya pencegahan penularan, seperti penggunaan masker dan pemeriksaan kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan.

Baca juga: Pasca Putusan PT, DPRD Sidoarjo Desak Dishub Bereskan Kewajiban PT ISS Setor Parkir!

Dia juga meminta Dinkes memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah lainnya, termasuk sektor permukiman dan sanitasi. Menurutnya, kondisi rumah yang tidak sehat seperti ventilasi buruk, kelembapan tinggi, hingga sanitasi yang kurang layak turut menjadi faktor penyebaran TB.

“Koordinasi dengan OPD lain penting, misalnya terkait sanitasi dan kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan. Ini juga harus menjadi perhatian untuk mengantisipasi penyebaran TB,” tegasnya.

Dia berharap, Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di desa dapat lebih aktif melakukan skrining dan edukasi kepada masyarakat terkait gejala maupun penanganan TB.

“Masyarakat juga harus memanfaatkan keberadaan Puskesmas dan dokter desa untuk meminta arahan dan penjelasan, sehingga penularan penyakit TB bisa diantisipasi sejak dini,” imbuhnya.

Baca juga: Sidoarjo Target Eliminasi TB 2028, DPRD: Masalahnya Penularan Sangat Cepat!

Tak hanya itu, Nasih meminta kader kesehatan di tingkat desa hingga Posyandu diberikan pemahaman yang memadai mengenai penanganan penyakit menular, termasuk TB, baik dari sisi preventif maupun kuratif.

“Seluruh perangkat daerah, mulai desa, Posyandu, kader kesehatan, dokter desa hingga Puskesmas harus bahu-membahu melakukan eliminasi TB. Jangan sampai penyebaran penyakit ini terus meningkat,” ujarnya.{*}

| Baca berita DPRD Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer