SGE 2026 Catat Transaksi Rp 7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Reporter : Andriansyah  |   Kamis, 13 Agu 2026 21:23 WIB
RP 7,751 MILIAR: Eri Cahyadi saat membuka Surabaya Great Expo 2026, catat transaksi Rp 7,751 miliar. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Event Surabaya Great Expo (SGE) 2026 mencatat perputaran ekonomi Rp 7,751 miliar selama lima hari penyelenggaraan di Exhibition Hall Grand City Surabaya, 5-9 Agustus 2026.

Pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha melalui pemasaran produk, legalitas, jejaring bisnis, hingga pembukaan peluang pasar yang lebih luas.

Baca juga: Gara-gara Plang, Pemkot Surabaya Kesulitan Sewakan 9 Unit Apartemen Rampasan KPK!

Penyelenggaraan SGE ke-15 mencatat 48.022 pengunjung. Dari total perputaran ekonomi tersebut, transaksi langsung mencapai Rp 5,05 miliar, sedangkan potensi transaksi bisnis tidak langsung sebesar Rp 2,701 miliar. 

Capaian itu melampaui target awal Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang memproyeksikan transaksi Rp 7 miliar dengan jumlah pengunjung sekitar 47.650 orang selama lima hari.

Ruang Pemasaran

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan kebutuhan terhadap ruang pemasaran bagi UMKM terlihat dari akumulasi transaksi SGE selama empat tahun terakhir. 

Sepanjang 2022-2025, SGE mencatat perputaran transaksi lebih dari Rp 30,3 miliar. Dalam periode yang sama, sekitar 370 UMKM binaan Pemkot Surabaya telah difasilitasi melalui kegiatan tersebut.

"SGE ini sejak beberapa tahun terakhir sudah menggerakkan uang lebih dari Rp 30 miliar. Setiap pameran rata-rata perputarannya Rp 7 miliar sampai Rp 9 miliar," katanya saat membuka SGE 2026, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, fasilitasi tersebut tidak berhenti pada penyediaan stan. Sekitar 450 legalitas usaha juga didorong melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga pendaftaran merek. 

"Ini menunjukkan bahwa tempat bagi UMKM untuk memasarkan produknya memang sangat dibutuhkan," kata Eri.

PRODUK UMKM: Eri Cahyadi melihat produk UMKM dalam pameran Surabaya Great Expo 2026. | Foto: Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya tidak ingin fungsi SGE berhenti pada kegiatan promosi. Eri menggarisbawahi bahwa UMKM membutuhkan dukungan yang lebih mendasar agar mampu berkembang dan memasuki pasar yang lebih luas.

"Pemkot juga harus menjadi marketing bagi UMKM. Produk lokal Surabaya, baik pakaian maupun makanan, harus kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kualitasnya luar biasa dan bisa menjadi pilihan warga maupun wisatawan," tegasnya.

Tantangan berikutnya, yakni memastikan akses pasar tersebut tidak hanya terbuka selama lima hari SGE berlangsung. 

Baca juga: Surabaya Great Expo Catat Transaksi Rp 7,75 M, Dinkopumdag: Tahun Ini Lebih Hidup!

Pemkot Surabaya mulai menyiapkan Surabaya Urban Creative Hub (Sub Expocenter) di kawasan eks Hi-Tech Mall sebagai salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar.

SGE Ruang Strategis 

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan, SGE menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, pembeli, dan masyarakat.

RUANG STRATEGIS: Stan Dinkopumdag di Surabaya Great Expo 2026, salah satu ruang strategis. | Foto: Pemkot Surabaya

Melalui tema Surabaya Business Start, Pemkot Surabaya ingin menjadikan SGE sebagai ruang yang menghasilkan jejaring bisnis produktif, bukan sekadar aktivitas perdagangan sesaat.

"Kami berharap dampaknya tidak berhenti pada transaksi selama pameran, tetapi berlanjut pada pertumbuhan usaha yang berkelanjutan," katanya.

Pandangan itu menjadi semakin relevan setelah SGE ditutup pada Minggu (9/8/2026) malam. Menurut Mia, berakhirnya kegiatan secara fisik tidak boleh diartikan sebagai berakhirnya peluang bisnis yang telah terbentuk.

Baca juga: Eri Cahyadi Gencar Cek RSUD Soewandhie, Layanan IGD hingga Farmasi Mulai Jempolan!

Karena itu, dia mendorong pelaku UMKM mempertahankan kontak bisnis, melanjutkan pembicaraan kerja sama, serta mengembangkan produk berdasarkan respons pasar yang diperoleh selama pameran. 

Direktur PT Dayapromo Mitra Tama (Dyandra Promosindo), M Kushendarman, selaku penyelenggara mengatakan, capaian SGE 2026 meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Menurutnya, indikator keberhasilan pameran tidak semata-mata dilihat dari nilai transaksi langsung. "Tetapi juga memberikan peluang kemitraan, business networking, pengembangan pasar, serta kerja sama jangka panjang bagi para peserta pameran," katanya.

Terkait peserta pameran, Kushendarman memaparkan penyelenggaraan SGE 2026 diikuti 106 peserta dengan total 142 stan. Para peserta berasal dari perangkat daerah, BUMD, BUMN, pelaku UMKM, koperasi, perusahaan swasta, asosiasi usaha, hingga pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.{adv}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer