Anggaran Pendidikan Surabaya Naik Jadi 22% di RAPBD 2027, Ini Alasan Eri Cahyadi!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan SDM, dengan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 22% pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.
Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi usai menghadiri rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2027 di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (29/9/2026).
Anggaran pendidikan tersebut, meningkat dibanding alokasi tahun 2026 yang tercatat sebesar 20 persen. Sedangkan untuk sektor kesehatan, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran hampir mencapai 20%.
Eri menjelaskan, porsi anggaran yang besar pada kedua sektor mendasar ini saling terintegrasi dengan penanganan masalah stunting, gizi buruk, serta pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.
"Fokus prioritas kita tetap sama, penanganan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, Rutilahu, dan pengurangan angka pengangguran terbuka. Kalau kemiskinan berkurang, otomatis pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya akan naik," jelasnya.
Pembenahan Data Desil
Terkait dengan akurasi data kemiskinan dan penentuan penerima bantuan, Eri menegaskan pembenahan data desil terus berjalan dengan melibatkan partisipasi warga secara langsung di tingkat bawah. Pemkot ingin menghindari ketidaktepatan sasaran bantuan yang selama ini sering memicu polemik.
"Perbaikan desil terus berjalan dan kita bergerak bersama masyarakat. Masyarakat ikut menentukan yang menjadi prioritas di lingkungannya," kata Eri.
"Misalnya ada yang punya motor empat tapi masuk desil 1-2, atau ada lansia berdesil tinggi padahal butuh bantuan. Kalau masyarakat yang menentukan sendiri dan dituangkan dalam berita acara, datanya akan jauh lebih adil dan tepat sasaran," tandasnya.
Eri juga mengapresiasi berbagai masukan, koreksi, dan saran yang disampaikan seluruh fraksi di DPRD Surabaya. Menurutnya, catatan tersebut akan menjadi landasan penting dalam pembahasan teknis yang berlanjut di tingkat komisi.
"Semua koreksi, saran, dan arahan dari fraksi akan kita jawab. Setelah diparipurnakan, nanti dibahas bersama di komisi-komisi untuk menentukan skala prioritas. Karena kalau semua ditampung sekaligus, anggarannya tentu tidak cukup," ujarnya.
Sebelumnya, Senin (28/9/2026), Pemkot Surabaya menyampaikan RAPBD 2027 diproyeksikan mencapai Rp 12,8 triliun.
| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur