DPRD Apresiasi Kampung Pancasila, Jalan Baru Bangun Surabaya Bersama Warga

Reporter : Andriansyah  |   Jumat, 18 Sep 2026 18:58 WIB
PELUNCURAN: Lomba Kampung Pancasila diluncurkan di Balai Kota Surabaya, diikuti 1.360 RW. | Foto: IST

SURABAYA | Barometerjatim.com – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kampung Pancasila sebagai jalan baru membangun kota dengan menempatkan masyarakat dan pemerintah sebagai mitra.

“Program ini dapat mempertemukan kekuatan warga dan pemerintah, dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama,” katanya, Jumat (18/9/2026).

Baca juga: Pakar Geologi: Patahan Surabaya Hasilkan Gempa Skala Mikro, Bukti Status Aktif!

Kampung Pancasila dicetuskan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis partisipasi warga. Sedangkan Lomba Kampung Pancasila diluncurkan di Balai Kota Surabaya dan diikuti 1.360 RW se-Kota Pahlawan, Kamis (17/9/2026) malam.

Eri Irawan menandaskan, program Kampung Pancasila sejatinya menunjukkan bahwa warga memiliki kapasitas untuk mengenali persoalan di lingkungannya, mengorganisasi sumber daya, menjalankan program, serta menjaga keberlanjutannya.

Pemkot Surabaya kemudian hadir sebagai fasilitator, penguat, sekaligus pengintegrasi berbagai sumber daya dan kebijakan. Sehingga persoalan warga tersebut tersolusikan.

”Dengan demikian, hubungan pemerintah dan masyarakat tidak berhenti pada relasi pelayanan tetapi menjadi relasi kolaborasi,” katanya. 

Dalam administrasi publik modern, lanjut Eri Irawan, Kampung Pancasila merupakan praktik konkret perubahan paradigma birokrasi.

“Dari sekadar mengelola pemerintahan untuk warga menjadi mengelola pemerintahan bersama warga, dimana masyarakat ditempatkan sebagai mitra sekaligus pelaku pembangunan,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Korupsi KBS Rp 10,2 Miliar, Penyimpangan Berawal dari Temuan Dewas!

Eri Irawan menegaskan, Kampung Pancasila memiliki empat pilar yaitu pilar lingkungan, pilar ekonomi, pilar sosial budaya, dan pilar kemasyarakatan. 

”Keempat pilar tersebut menggambarkan, bahwa persoalan di tingkat kampung bersifat multidimensional sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah dan masyarakat secara terpadu,” jelasnya.

Dari perspektif birokrasi, DPRD Surabaya menilai Kampung Pancasila merupakan langkah yang sangat strategis untuk mengikis ego sektoral dalam penyelenggaraan pemerintahan. 

Sebab, Kampung Pancasila menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam manajemen birokrasi modern di Pemkot Surabaya, dimana semua perangkat daerah bergerak bersama berdasarkan persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan bergerak sendiri-sendiri berdasarkan sekat organisasi.

Baca juga: Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti, DPRD Surabaya Dorong Selesai di Era Eri Cahyadi

Karena itu, lanjut Eri Irawan, Kampung Pancasila dapat dilihat dari dua sisi sekaligus, yaitu sebagai gerakan masyarakat dan sebagai inovasi tata kelola pemerintahan.{*}

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer