Banjir Rob Potensi Terjang Pesisir Surabaya selama 11 Hari, Pemkot Siaga Dini!

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 21 Sep 2026 20:03 WIB
WASPADA: Pesisir Surabaya potensi diterjang bajir rob selama 11 hari. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com –  Selama 11 hari, banjir rob diprediksi bakal menerjang pesisir Kota Pahlawan. Pemkot Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk waspada.

“Banjir rob ini disebabkan adanya fenomena Super New Moon, sehingga pasang air laut maksimum akan terjadi di wilayah pesisir Surabaya,” terang Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, Senin (21/9/2026).

Baca juga: Lomba Kampung Pancasila Surabaya Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Berdasarkan informasi yang dirilis Stasiun Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, potensi banjir rob akan terjadi pada 20-30 September 2026. 

Menghadapi hal itu, Irvan menyebutkan Pemkot telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi utama. Meliputi perbaikan infrastruktur pengendalian air seperti tanggul dan pintu air otomatis, normalisasi saluran drainase, serta kesiapsiagaan masyarakat. 

“Yang pertama adalah melakukan mitigasi struktural, dalam hal ini Pemkot Surabaya mengoptimalkan fungsi pintu air dan rumah pompa,” kata Irvan.

“Jadi menggunakan sistem pintu air otomatis (flat gate) yang menutup sendiri saat air laut pasang dan menyiagakan rumah pompa untuk memompa genangan air agar kembali ke laut,” terangnya.

MITIGASI UTAMA: Irvan Widyanto, Pemkot telah siapkan berbagai langkah mitigasi utama. | Foto: Pemkot Surabaya

Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya juga melakukan normalisasi dan pengerukan saluran secara masif di sejumlah wilayah. 

Menurut Irvan, pembersihan endapan lumpur, pasir, dan sampah pada saluran drainase dilakukan secara berkala agar tidak menimbulkan sumbatan di saluran drainase. 

Baca juga: DPRD Apresiasi Kampung Pancasila, Jalan Baru Bangun Surabaya Bersama Warga

“Minimal, dua kali setahun agar kapasitas tampung air meningkat,” ujarnya. 

Selain mitigasi struktural, Irvan menerangkan, BPBD juga menyiapkan mitigasi nonstruktural, yakni memaksimalkan pemantauan cuaca menggunakan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk memantau pasang surut air laut. 

Selanjutnya, BPBD melanjutkan informasi peringatan dini tersebut kepada seluruh warga di pesisir Surabaya. 

Tidak kalah pentingnya, BPBD melakukan edukasi dan kesiapsiagaan terhadap masyarakat di kawasan rawan banjir rob. Mulai dari memberi pemahaman soal jalur evakuasi hingga langkah cepat penyelamatan mandiri. 

Apabila terjadi air pasang, diharapkan warga segera melakukan evakuasi diri ke tempat aman, dan jika membutuhkan bantuan warga bisa menghubungi Call Center (CC) 112 atau mengirim pesan whatsapp melalui nomor 0811-3111-2112. 

Baca juga: Pakar Geologi: Patahan Surabaya Hasilkan Gempa Skala Mikro, Bukti Status Aktif!

“Kami imbau kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir Surabaya, untuk memantau informasi pasang surut laut dan potensi banjir rob melalui situs resmi BMKG,” ujar Irvan.

“Diimbau juga, warga memastikan kebersihan saluran dan melaporkan apabila ada tanggul yang rusak di nomor darurat 112 atau whatsapp,” imbuhnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer