Bangun Kedekatan dengan Masyarakat, PKS Jatim Minta Nasihat Kiai!
SURABAYA | Barometerjatim.com – DPW PKS Jatim menggelar silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di kantor DPW PKS Jatim, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog sekaligus mendengarkan nasihat para kiai dan tokoh masyarakat.
Kegiatan dihadiri Ketua Bidang Pembinaan (BPU) DPP PKS, Prof Dr KH Ali Ahmadi MA Al Hafidz atau Kiai Ali Qurani (KAQ). Hadir pula sejumlah kiai dan habib, di antaranya Ketua Khittah Ulama Nahdliyin (KUN) KH Solachul Aam Wahib Wahab, Habib Taufik dari KUN, dan Pengasuh PP Tarbiyatul Qulub Surabaya KH Zaenudin Husni.
Baca juga: AMY Hadiri Muktamar ke-35 NU, PKS Sebut Jatim Punya Peran Strategis!
KAQ menuturkan, lewat kegiatan ini, PKS secara khusus meminta nasihat dan masukan dari para tokoh yang hadir terkait bagaimana memperkuat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Menurutnya, silaturahmi tidak cukup dilakukan sesekali tetapi perlu dijaga melalui komunikasi yang terus tersambung. Dia mencontohkan kebiasaannya menjalin komunikasi langsung dengan para pengurus dan tokoh di berbagai daerah.
“Para kiai dan para tokoh yang hadir, kami mohon nasihatnya untuk kebaikan PKS,” ujarnya.
Dia juga mendorong agar silaturahmi diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan sosial.
Ruang untuk Mendengar
Sementara itu Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum bagi PKS untuk terus membuka ruang komunikasi dengan para kiai dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, nasihat para tokoh agama dan masyarakat dibutuhkan agar langkah-langkah pengabdian PKS di Jatim tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai kebersamaan.
“Bagi kami, silaturahmi bukan sekadar agenda pertemuan. Ini adalah ruang untuk mendengar, menerima nasihat, sekaligus belajar dari para kiai dan tokoh masyarakat agar kehadiran PKS semakin memberi manfaat,” ujarnya.
Baca juga: Peringati HUT ke-81 RI, PKS Jatim Tegaskan Setia pada Pancasila dan Konstitusi!
Sedangkan Kiai Solachul Aam mendorong agar silaturahmi dilakukan hingga tingkat desa dengan memanfaatkan berbagai kegiatan keagamaan yang telah hidup di tengah masyarakat.
Seperti pengajian, ziarah, yasinan, tahlilan, dan kegiatan membaca Al-Qur’an, seperti yang selama ini sudah dilakukan PKS. “Bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi kita harus melakukan kegiatan yang nyata,” katanya.
Dia juga mendorong penguatan komunikasi dengan generasi muda, khususnya mahasiswa, agar terbangun kesinambungan antara tokoh agama, masyarakat, dan generasi penerus.
Habib Taufik menambahkan, kehadiran langsung di tengah masyarakat penting untuk membangun komunikasi sekaligus menghilangkan jarak dan prasangka.
Sedangkan Kiai Zaenudin menekankan pentingnya pengurus di daerah hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Baca juga: PKS Jatim Kunjungi Demokrat, Perkuat Sinergi Sesama Partai Pendukung Pemprov!
Menurutnya, kehadiran tersebut tidak harus selalu dalam kegiatan formal, tetapi dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai aktivitas keagamaan dan sosial yang sudah berjalan.
Ketua BPUKB DPW PKS Jatim, Darmidi menambahkan, kegiatan tersebut telah diinisiasi sejak awal kepengurusan DPW PKS Jatim periode 2025–2029. Menurutnya, silaturahmi menjadi langkah penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus ukhuwah kebangsaan.{*}
| Baca berita PKS Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur