AMY Hadiri Muktamar ke-35 NU, PKS Sebut Jatim Punya Peran Strategis!
JOMBANG | Barometerjatim.com – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) dan Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Kamis (27/8/2026).
Kehadiran tersebut, menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi PKS Jatim terhadap peran NU dalam perjalanan bangsa dan kehidupan masyarakat Jatim.
Bagus menilai, pelaksanaan Muktamar NU di Jombang memiliki makna khusus bagi Jatim. Menurutnya, NU tidak hanya memiliki akar sejarah yang kuat di provinsi ini, tetapi juga memiliki jaringan pesantren dan masyarakat yang sangat luas.
“Jatim memiliki hubungan yang sangat kuat dengan tradisi pesantren dan NU. Karena itu, Muktamar NU di Jombang ini bukan hanya menjadi momentum bagi NU, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jatim,” ujarnya.
Besarnya ekosistem pesantren di Jatim, lanjut Bagus, menjadi salah satu indikator kuat posisi strategis tersebut. Data Kementerian Agama (Kemenag) per 2025 mencatat terdapat 7.347 pondok pesantren di Jatim, menjadikannya provinsi dengan jumlah pesantren terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.
“Pesantren memiliki peran besar dalam pendidikan, pembentukan karakter, pemberdayaan masyarakat dan menjaga tradisi keislaman yang moderat. Jatim memiliki modal sosial yang sangat besar dari ekosistem tersebut,” katanya.
Kemaslahatan Umat
Bagus berharap Muktamar ke-35 NU menghasilkan keputusan-keputusan yang semakin memperkuat kontribusi NU bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
Terlebih, tema Muktamar “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa” dinilai sejalan dengan tantangan masyarakat yang membutuhkan semakin banyak kolaborasi dan pelayanan.
“Harapannya, NU ke depan semakin kuat dalam memberikan khidmah kepada masyarakat, menjaga persatuan bangsa dan ikut menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Bagus menegaskan, PKS Jatim memandang Jatim bukan sekadar lokasi penyelenggaraan muktamar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga suasana kebersamaan dan persaudaraan selama berlangsungnya agenda tersebut.
“Jatim adalah rumah bagi banyak pesantren dan komunitas keislaman. Semangat persaudaraan, gotong royong dan kemaslahatan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jatim harus terus kita rawat,” pungkasnya.
Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dibuka Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran pimpinan PKS sebagai undangan, menjadi bagian dari penghormatan terhadap agenda besar NU sekaligus upaya memperkuat silaturahmi kebangsaan.
Selain menghadiri Muktamar ke-35 NU, AMY dijadwalkan bertemu dengan pengurus dan kader PKS serta sejumlah tokoh di Jatim, dan menghadiri penutupan pelatihan relawan kemanusiaan dan bela negara PKS di Tulungagung sebagai satu rangkaian Safari Kebangsaan.{*}
| Baca berita Muktamar NU. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur