Berkat Inovasi Ini, Bulak Banteng Surabaya Masuk 12 Besar Nasional Desa Cantik!

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 28 Sep 2026 23:23 WIB
DESA CANTIK: Kelurahan Bulak Banteng masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Nasional. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. 

Penghargaan diserahkan di Jakarta pada 26 September 2026, dalam rangkaian Anugerah Hari Statistik Nasional oleh Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca juga: Eri Cahyadi Gerebek PT Penyalur ART, Pulangkan Pekerja Terjerat Denda Rp 3,5 Juta!

Lurah Bulak Banteng, Mat Lilla menuturkan, capaian tersebut tidak lepas dari inovasi ground check untuk memverifikasi dan memvalidasi kembali data masyarakat, terutama warga yang masuk dalam kelompok Desil 1 dan 2.

Melalui metode tersebut, petugas tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi turun langsung ke lapangan dengan mendatangi rumah warga secara door to door. Langkah ini untuk memastikan kondisi sosial ekonomi warga, sekaligus menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

"Intinya adalah data. Kalau datanya berkualitas, intervensi kepada masyarakat juga akan lebih tepat sasaran. Karena itu, kami melakukan ground check untuk memastikan data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan," katanya, Senin (28/9/2026).

Intervensi Bantuan

Hasil verifikasi tersebut, lanjut Mat Lilla, kemudian digunakan untuk menentukan intervensi terhadap warga yang membutuhkan. Salah satunya dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). 

Sebanyak 26 kepala keluarga menjadi sasaran, dan seluruhnya telah mendapatkan intervensi melalui kolaborasi berbagai pihak.

Intervensi dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintah, sektor swasta, serta elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix. 

Dukungan antara lain datang dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk bantuan dari Buddha Suci, serta keterlibatan perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya. 

“Metode serupa juga diterapkan untuk mengidentifikasi anak yang berpotensi putus sekolah, persoalan pengangguran, hingga lansia tunggal,” kata Mat Lilla.

Baca juga: JConnect Run Soerabaja Membludak, Eri Cahyadi Ikut Lari Bareng 3.700 Peserta!

“Untuk pengangguran, misalnya, warga diarahkan mendapatkan akses melalui program ASSik Surabaya maupun peluang pekerjaan dari pengembang dan sektor swasta yang memiliki usaha di sekitar Bulak Banteng,” jelasnya.

Sementara bagi lansia tunggal, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan warga lanjut usia yang tinggal seorang diri dan membutuhkan dukungan benar-benar masuk dalam sasaran intervensi.

Menurut Mat Lilla, capaian masuk 12 besar nasional juga menjadi motivasi bagi warga Bulak Banteng. 

"Bulak Banteng berada di kawasan pinggiran dan pesisir, tetapi ternyata mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki potensi dan bisa membawa nama baik Kota Surabaya," katanya.

Terpisah, Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan mengatakan, penilaian Desa Cantik mencakup tiga aspek utama, yakni tata kelola, kapasitas statistik, dan manajemen data. 

Baca juga: Persebaya Sapu 3 Gelar Piala Soeratin Jatim, Eri Minta Ngosek di Putaran Nasional!

Masing-masing aspek memiliki sejumlah indikator yang menjadi satu kesatuan dalam mengukur kemampuan desa atau kelurahan mengelola data.

"Pada aspek manajemen data, misalnya, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan data, kualitas data, akses data, pemutakhiran data, dan kebermanfaatan data,” kata Arrief.

“Seluruh indikator tersebut menjadi satu kesatuan untuk membangun pengelolaan data yang akurat dan terintegrasi," sambungnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer