Wisuda ke-24 Umaha Sidoarjo, Pria 60 Tahun dan Dokter Spesialis Curi Perhatian!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Universitas Ma'arif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo menggelar Wisuda Sarjana, Diploma, dan Magister angkatan ke-24 di Grand City Surabaya, Sabtu (17/11/2026).
Dari 525 wisudawan, terdapat dua sosok dengan perjalanan akademik yang mengundang perhatian. Yakni Juyana, wisudawan Program Studi S1 Kewirausahaan yang meraih gelar sarjana di usia 60 tahun.
Lalu Wahyu Nur Chalamsah Setiawan, dokter spesialis bedah onkologi yang memilih kembali duduk di bangku kuliah untuk menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Hukum.
Juyana membuktikan, usia tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Sedangkan Wahyu menunjukkan, seseorang yang telah memiliki profesi dan kompetensi sekalipun, tetap membutuhkan ruang untuk memperluas wawasan keilmuan.
"Bagi saya, usia 60 tahun bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru kita harus terus memiliki semangat untuk menambah ilmu dan mengembangkan kemampuan diri,” kata Juyana.
“Saya ingin membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk meraih cita-cita. Selama masih ada kemauan dan kesempatan, jangan pernah takut untuk memulai," sambungnya.
Tantangan Kuliah Hukum
Sedangkan bagi Wahyu, di tengah kesibukannya menjalankan tanggung jawab sebagai dokter spesialis bedah onkologi, dia justru mengambil tantangan baru dengan menempuh pendidikan hukum.
Keputusan tersebut bukan sekadar untuk menambah gelar akademik. Pemahaman terhadap aspek hukum menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif profesional, terlebih dunia kedokteran juga bersinggungan dengan regulasi, hak, kewajiban, hingga persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.
"Menurut saya, pemahaman lintas disiplin sangat penting, karena dalam kehidupan profesional kita tidak hanya berhadapan dengan aspek keilmuan utama, tetapi juga berbagai aspek lain yang saling berkaitan," ucapnya.
Capaian Juyana dan Wahyu tersebut mendapat apresiasi khusus dari Rektor Umaha, dr Hidayatullah. Dia mengaku bangga melihat keberagaman latar belakang wisudawan, dari mereka yang baru memulai perjalanan karier hingga profesional yang kembali menempuh pendidikan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan Juyana menyelesaikan pendidikan sarjana di usia 60 tahun merupakan bukti nyata, bahwa semangat belajar dapat terus tumbuh tanpa dibatasi usia.
"Alhamdulillah, cukup kagum ya. Dengan usia selanjut itu beliau bisa menyelesaikan kuliahnya. Tidak molor, sampai betul-betul menyelesaikan kuliahnya,” katanya.
Dia juga mengungkapkan, Umaha mendapatkan kepercayaan dari kalangan profesional, termasuk dokter yang memilih melanjutkan pendidikan di kampus yang dipimpinnya.
Bahkan, menurutnya, terdapat 11 dokter yang menempuh pendidikan di Umaha, salah satu yang menjadi perhatian adalah Wahyu.
"Artinya Umaha cukup menarik dan dipercaya para dokter. Bahkan, salah satu yang tadi memberikan kesan-kesan adalah seorang dokter spesialis yang sudah subspesialis, kemudian kuliah lagi di sini. Itu cukup membanggakan bagi saya," tuturnya.{*}
| Baca berita Kampus. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur