Zulhas Sindir Subandi Tak Hadiri Acara KDKMP, Menterinya Turun Bupati Malah Gak Nongol!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Minggu, 18 Okt 2026 00:36 WIB
TANPA BUPATI: Zulhas bersama dua menteri lainnya tinjau KDKMP di Sidoarjo, Bupati Subandi kena sindir. | Foto: IST

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) melontarkan sindiran terhadap Bupati Sidoarjo, Subandi saat meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kamis (15/10/2026). 

Sindiran itu disampaikan Zulhas ketika menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto, agar jajaran pemerintah turun langsung untuk meninjau sekaligus berdialog mengenai operasional KDKMP di berbagai daerah.

Baca juga: Subandi Tak Hadiri Acara KDKMP, Zulhas Ajak Doakan Mimik Jadi Bupati Sidoarjo!

“Delapan hari ini atas arahan Bapak Presiden, semua turun untuk meninjau dan dialog mengenai operasional KDKMP. Kepada Pangdam, Kapolda, gubernur, bupati, wali kota,” ujar Zulhas di hadapan pejabat dan warga yang hadir.

“Maka saya bingung, bupatinya kok enggak ada. Menteri-menterinya turun, bupatinya gak ono (enggak ada) ini. Kurang anu, kurang lengkap pengetahuannya," tandasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Zulhas didampingi Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, serta sejumlah pimpinan lembaga dan perusahaan negara yang terkait dengan program KDKMP.

Meski melontarkan sindiran, agenda utama kunjungan tetap berfokus pada peninjauan kesiapan dan operasional KDKMP Tambakrejo. 

Zulhas memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bersubsidi, sekaligus menekankan pentingnya koperasi sebagai pusat pelayanan dan penggerak ekonomi masyarakat desa.

Anggaran Rp 3 Miliar

KDKMP Tambakrejo dibangun dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar dan dilengkapi satu unit truk logistik, satu mobil pikap, serta dua unit becak motor untuk menunjang distribusi barang kepada masyarakat.

Zulhas menegaskan koperasi tersebut merupakan milik warga desa yang harus dikelola secara profesional dengan pengawasan kepala desa, pengurus koperasi, dan manajer operasional.

“Koperasi ini punya bapak, punya ibu, warga Desa Tambakrejo,” tegasnya.

Dia menyebut kehadiran KDKMP akan menjangkau barang bersubsidi kepada masyarakat. Seperti KDKMP Tambakrejo yang dirancang sebagai jembatan langsung dari produsen ke masyarakat untuk menekan ketergantungan pada tengkulak.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Menang Banding, Warga Mutiara Regency Lawan Lewat Kasasi!

Berbagai kemudahan dan akses barang bersubsidi dapat diperoleh warga di Kopdes Merah Putih. Seperti halnya kebutuhan pupuk bersubsidi bagi para petani. 

"Para petani lokal dapat menebus pupuk subsidi langsung dari pabrik, hanya dengan menunjukkan KTP di KDKM Tambakrejo ini," ujarnya.

Zulhas juga menyampaikan kebutuhan beras bersubsidi (SPHP) juga tersedia di setiap KDKMP. Selain itu elpiji 3 Kg seharga Rp 16 ribu dan minyak goreng subsidi seharga Rp 16.700 per liter juga bisa diperoleh di Kopdes Merah Putih. 

Dikatakannya pula, KDKMP akan menjadi tempat penyaluran Bansos dan pangan. Seperti halnya penyaluran Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan pangan beras pemerintah

“Nanti di sini ada agen BNI 46. Ibu-ibu nanti setor uang cukup di sini, enggak usah ke bank lagi, di sini aja. Bayar listrik di sini, ngambil uang anaknya kerja di Arab, kirim uang, ambil di sini,” kata Zulhas. 

“Mudah enggak? Gampang enggak? Nanti kalau punya usaha UMKM, usaha kue, usaha apa saja, mau pinjam uang di sini juga,” sambungnya. 

Baca juga: Proyek Jembatan Candinegoro Rp 1,46 M Telat, Subandi: Kendala Jangan Jadi Alasan!

Karena itu, Zulhas minta pengelolaan KDKMP Tambakrejo dilakukan secara profesional serta pengawasan ketat.

Kepala desa setempat sebagai Ketua Dewan Pengawas KDKMP bersama kepala KDKM, diharapkan dapat melaksanakan tata kelola KDKMP Tambakrejo secara profesional. Begitu juga manajer KDKMP, diharapkan dapat menjamin keberlangsungan operasional KDKMP yang dikelolanya. 

“Koperasi ini punya bapak, punya ibu, warga Desa Tambakrejo. Oleh karena itu, yang bertanggung jawab nanti Kadesnya bersama kepala koperasi dari warga sini yang dibantu manajer koperasi. Selama dua tahun ini akan digaji sama PT Agrinas Pangan,” ujarnya.{*}

| Baca berita Koperasi Merah Putih. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer