Jemput Kiai Marzuki di Bandara, Gus Abid: Saya Tak Dijewer
Baca juga: Bergaji Rp 100,6 Juta per Bulan, Seberapa Tajir Dirut PT PWU Erlangga Satriagung?
Bahkan, Gus Salam menyatakan PWNU Jatim akan 'menjewer' Gus Abid Dkk karena dinilai sudah mengkerdilkan marwah organisasi, lantaran menggelar acara Ansor di gedung yang disebutnya sebagai simbol kekuasaan tersebut.
Namun saat menjemput dan melakukan tabayyun dengan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar di Bandara Juanda sepulang umroh, Jumat (15/3) lalu, Gus Abid mengaku tidak 'dijewer', sebaliknya tabayyun berlangsung gayeng.
"Pas sowan saya enggak dijewer, he.. he. Enggak (dijewer)! Beliau malah bahagia luar biasa pas saya sowan. Memang inti dari semua itu kan saling tabayyun," kata Gus Abid pada Barometerjatim.com, Senin (18/3/2019).
Cucu KH Zainuddin Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri menambahkan, dirinya memang melakukan gerak cepat setelah ada yang meributkan soal penutupan Rakorwil di Grahadi.
Baca juga: Gila-gilaan! Gaji Dirut PWU Jatim Capai Rp 1,2 M per Tahun, Setoran PAD Cuma Rp 1,6 M
"Ya gerak cepat-lah. Kayak Bu Khofifah, semuanya Cettar (Cepat, efektif, tanggap, transparan dan responsif). Intinya harus cepat, tanggap dan responsif," katanya.
"Jadi ketika melihat berita seperti itu (ribut-ribut acara Ansor digelar di Grahadi), kita harus cepat menanggapinya dan responsif dengan cara sowan ke kiai-kiai," sambungnya.
Baca juga: Khofifah Tak Masuk Gubernur Berkinerja Terbaik, Gus Hans Sebut Perlu Faktor Emil!
Hal itu dilakukan, tegas Gus Abid, agar tidak ada kesalahpahaman di publik. "Bagi saya yang paling penting itu, jangan sampai publik mengatakan kalau kita (Ansor) tidak sejalan (dengan PWNU), kan itu yang paling bahaya," tuntasnya.
» Baca Berita Terkait Khofifah, Ansor Jatim, PWNU Jatim