Pedagang Cito Protes: Covid-19 Malah Mau Didekatkan ke Kita

barometerjatim.com  |   Kamis, 04 Feb 2021 00:13 WIB

KOMPAK MENOLAK: Mal Cito area ekonomi, malah mau dijadikan RS Covid-19. Pedagang pun menolak! | Foto: Barometerjatim.com /ABDILLAH

SURABAYA, Barometerjatim.com Sambil membawa poster, Perkumpulan Penghuni Pemilik dan Pedagang (P4) Cito menggelar aksi penolakan terkait  rencana pendirian Rumah Sakit (RS) Covid-19 di area mal yang terletak di Bundaran Menanggal, Surabaya tersebut, Rabu (3/1/2021).

Baca juga: 500 Ribu Wisatawan Serbu Surabaya di Libur Nataru, Mal Jadi Primadona!

"Program pemerintah sudah jelas untuk memutus wabah Covid-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Ini malah penderita Covid-19 mau didekatkan ke kita," protes Sekretaris P4 Cito, M Yasid Mualim.

Penolakan tersebut, lanjut Yasid, didasari karea Cito merupakan area ekonomi yang di dalamnya terdapat food court, toko baju, dan lain-lain. "Tapi mengapa malah bakal dijadikan RS Covid-19," ucapnya.

Menurut Yasid, rencana pendirian RS di area apartemen sebenarnya sudah ada sejak 2014. Namun sampai sekarang tidak terealisasi karena tidak memenuhi syarat.

Yasid menambahkan, sebelumnya para pedagang dan pemilik sudah menyampaikan keinginannya berkomunikasi dengan pihak manajemen, setelah mengetahui kabar rencana pendirian RS Covid-19 tapi baru kemarin ditanggapi.

Baca juga: Surabaya Shopping Festival, Ini Dia 19 Mal Gila-gilaan Diskon hingga 80%!

Menurut Yasid, pihak manajemen mengaku tidak tahu terhadap rencana tersebut. "Ini aneh, padahal mereka ini satu grup dan satu area. Bagaimana mereka tidak tahu?" herannya.

Sementara itu Penasihat P4 Cito, Hotman menuturkan, kondisi mal di tengah pandemi sekarang ini saja sudah sepi pengunjung. "Apalagi nanti akan berdiri RS Covid-19 di area mal," katanya.

Karena itu, menurut Hotman, para pedagang sepakat memboikot pembayaran service charge sampai tuntutan mereka agar rencana pendirian RS Covid-19 dibatalkan terpenuhi.

Baca juga: Pecah Rekor! Transaksi Surabaya Shopping Festival 2024 Tembus Rp 2 Triliun

"Untuk membayar pegawai SPG saja kita susah, apalagi membayar service charges," tegasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona

Tags :

Berita Terbaru

Berita Populer