Risma Siap Jadi Jurkam di Pilgub Jatim, Untuk Siapa
SIAP JADI JURKAM: Tri Rismaharini siap menjadi jurkam siapapun pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan. | Foto: Ist
SURABAYA, Barometerjatim.com Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) mengakui pertemuannya dengan Gubernur Jatim Soekarwo di Grahadi, di antaranya membicarakan soal Pilgub Jatim 2018.
Baca juga: 6 Tahun Dipimpin Khofifah, Orang Miskin di Jatim Masih Terbanyak se-Indonesia!
Namun dia membantah kalau dirinya yang akan maju sebagai bakal Cagub. "Iya sempat (bicara Pilgub Jatim 2018) tapi bukan aku (Cagubnya), bukan! tegasnya usai pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Rabu (11/10) siang.
Baca: Dulu Bersumpah, Kini Risma Mulai Berteka Teki
Bisa jadi, Risma memang tidak akan maju di Pilgub Jatim 2018 seperti sumpahnya yang disampaikan saat pertemuan dengan pemimpin media di rumah dinasnya, 13 September silam.
Baca juga: Sempat Ditinjau Khofifah, Proyek Sekolah Rakyat Tuban Diwarnai Mogok Kerja!
Terlebih, di sela menerima kunjungan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Senin (9/10), dia siap menjadi juru kampanye (jurkam) jika tak dipilih partainya menjadi Cagub yang akan diumumkan Minggu (15/10) depan.
Lho iya lah (siap). Iya.. iya lha. Aku itu jadi jurkan sampai tekan Papua rek, sampai tekan Aceh. Iya.. iya siap. Kalau siapapun (yang menerima rekom) itu, siap, tegas Risma.
Baca: Gus Ipul Kantongi Rekom PKB, Risma Temui Pakde Karwo
Baca juga: Jatim Tuan Rumah Soekarno Cup 2026, PDIP Libatkan Wasit Perempuan!
Ya, selain berpengalaman menjadi kepala daerah, Risma memang andal sebagai jurkam. Saat Pilkada Papua Barat 2017 lalu, dia menjadi jurkam pasangan Dominggus Mandacan-Muhammad Lakotani. Alhasil, pasangan yang diusung PDIP, Demokrat, dan PAN itu terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Papua Barat.
Tapi jika pada 15 Oktober ini diumumkan sebagai Cagub pilihan PDIP, maka Risma akan bersaing sengit dengan dua kandidat kuat lainnya, Saifullah Yusuf yang sudah mengantongi SK rekomendasi PKB serta Khofifah Indar Parawansa yang kemungkinan besar diusung koalisi Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura dan PPP.