6 Tahun Dipimpin Khofifah, Orang Miskin di Jatim Masih Terbanyak se-Indonesia!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Enam tahun -- 5 tahun periode pertama dan 1 tahun periode kedua berjalan -- dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa, jumlah orang miskin di Jawa Timur (Jatim) tercatat masih terbanyak se-Indonesia.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Maret 2026 jumlah orang miskin di Jatim sebanyak 3,712 juta orang. Namun kabar baiknya, angka ini menurun 92,1 ribu orang dibandingkan September 2025 sebanyak 3,804 juta orang.
Di bawah Jatim, menyusul Jawa Barat sebanyak 3,436 juta orang, Jawa Tengah 3,285 juta orang, Sumatera Utara 1,110 juta orang, dan melengkapi lima besar yakni Nusa Tenggara Timur 1,037 juta orang.
Secara jumlah menurut pulau, penduduk miskin masih terkonsentrasi di Jawa (12,02 juta orang) atau 52,42 persen dari total penduduk miskin di Indonesia sebanyak 22,929 juta. Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Kalimantan (0,87 juta orang).
“Jika dibandingkan dengan September 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia. Penurunan paling dalam terjadi di Pulau Jawa, yaitu turun sebesar 0,21%,” terang Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).
Jatim sendiri, secara persentase jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 9,06% atau turun 0,24% terhadap September 2025 yang mencapai 9,30%.
"Sejalan dengan penurunan persentase tersebut jumlah penduduk miskin juga berkurang, dari 3,804 juta jiwa menjadi 3,712 juta jiwa atau turun sekitar 92,1 ribu jiwa," jelas Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati.
Bagaimana dengan jumlah kemiskinan Jatim di perkotaan dan perdesaan? Dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin Maret 2026 perkotaan berkurang 53 ribu orang dari 1,637 juta orang pada September 2025 menjadi 1,584 juta orang pada Maret 2026.
Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan berkurang sebanyak 39,1 ribu orang dari 2,166 juta orang pada September 2025 menjadi 2,127 juta orang pada Maret 2026.
Sementara garis kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp 609.732/kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 467.007 (76,59%) dan garis kemiskinan bukan makanan Rp 142.725 (23,41%).
Pada Maret 2026, secara rata-rata rumah tangga miskin di Jatim memiliki 4,14 orang anggota. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata yakni sebesar Rp 2.524.290/rumah tangga miskin/bulan.{*}
- 10 Besar Provinsi Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak
1. Jawa Timur - 3,712 Juta
2. Jawa Barat - 3,436 Juta
3. Jawa Tengah - 3,285 Juta
4. Sumatera Utara - 1,110 Juta
5. Nusa Tenggara Timur - 1,037 Juta
6. Sumatera Selatan - 869 Ribu
7. Lampung - 831 Ribu
8. Banten - 746 Ribu
9. Aceh - 713 Ribu
10. Sulawesi Selatan - 669 Ribu
| Baca berita Kemiskinan. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur