Surabaya Halal Festival Berakhir, Perputaran Uang Capai Rp 150 Juta per Hari!

Reporter : Andriansyah  |   Sabtu, 24 Agu 2024 18:05 WIB
SHF 2024: Eri Cahyadi meninjau Surabaya Halal Festival (SHF) di Balai Pemuda. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometer Jatim – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menutup Surabaya Halal Festival (SHF) 2024 di Balai Pemuda, Kamis (23/8/2024) sore. Gelaran ini merupakan kolaborasi Pemkot Surabaya dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Ketua Panitia SHF 2024, Riva Siregar mengatakan, antusiasme pengunjung yang hadir dalam kegiatan melebihi ekspektasi. Di penutupan acara, total pengunjung mencapai 5.000 lebih.

Baca juga: Pemkot Surabaya Bantah Data Adminduk Bocor: Jangan Terprovokasi di Medsos!

Riva menambahkan, perputaran uang di SHF 2024 dalam sehari bahkan mencapai Rp 150 juta. Sebanyak 250 UMKM yang menggelar lapak di event ini, rata-rata mendapatkan omzet hingga Rp 1,5 juta per hari.

“5.000 lebih pengunjung yang hadir di penutupan SHF ini. Omzetnya kemarin mencapai Rp 150 juta per hari, ini kita gelar tiga hari, artinya bisa lebih dari itu,” ucapnya.

Sementara itu Eri Cahyadi mengatakan, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang untuk mempromosikan produk-produk halal, tapi juga ada pelatihan-pelatihan untuk UMKM Surabaya. Karena di dalam kegiatan, ini, UMKM bisa mengurus pembuatan izin usaha NIB, PIRT, dan sertifikasi halal.

“Sebagai kota yang terus berinovasi, kita tidak bisa sendiri dan terus bergerak bersama. Karena produk-produk ini akan terus bertanya, ada halalnya apa tidak? Karena keyakinan akan halal ini bisa menjadi luar biasa meningkat orang itu berinvestasi, ataupun beli,” ucap Eri.

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan di Surabaya Capai 474 Ribu, Mayoritas Pelajar!

Ke depannya, Eri ingin ketika ada hotel  ataupun restoran harus ada perjanjian untuk melibatkan UMKM Surabaya.

Misalkan ada UMKM yang membuka jasa laundry, nantinya akan dilatih dan diberi sertifikasi sesuai standar hotel. Kemudian setiap kali hotel membutuhkan laundry, harus melibatkan UMKM yang sudah dilatih dan bersertifikasi tersebut.

“Ini yang harus kita bangun, karena kalau tidak, maka kita akan dijajah, dan menjadi penonton. Karena saya tidak ingin ketika ada investasi di Surabaya, warga itu hanya menjadi penonton,” ujarnya.{*}

Baca juga: 239.277 KK Tak Ditemukan, DPRD Surabaya Minta Pemkot Tak Berlarut-larut

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer