DPRD Surabaya Apresiasi Pemkot Gelontorkan Rp 5 Juta per RW untuk Gen Z
SURABAYA | Barometer Jatim – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni mengapresiasi Pemkot Surabaya yang menyiapkan anggaran untuk mendukung kreativitas dan kegiatan positif anak-anak muda di setiap RW pada 2026.
Setiap RW, nantinya akan menerima Rp 5 juta per bulan sebagai dana pembinaan bagi program kegiatan yang diinisiasi generasi muda.
Baca juga: Nih Kabar Gembira buat ASN Pemkot Surabaya, THR Segera Cair!
“Para pemuda di setiap kelurahan berhak memanfaatkan anggaran ini untuk mengangkat potensi kampung mereka,” katanya, Senin (17/11/2025).
Menurut Fathoni, peran Gen Z dalam memajukan kampung masing-masing sangat penting, terutama melalui kreativitas dan pemanfaatan media sosial atau teknologi informasi.
“Seluruh potensi kampung harus berkembang sesuai karakteristik dan warna kampungnya. Inilah kesempatan Gen Z untuk unjuk gigi, dan Pemkot akan memfasilitasi melalui anggaran Rp 5 juta per RW,” ucapnya.
Kebijakan ini, tandas Fathoni, menunjukkan keberpihakan Pemkot Surabaya terhadap masa depan generasi muda.
Surabaya disebutnya menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang menyediakan anggaran khusus bagi pemuda, sebagai bagian dari langkah strategis untuk membangun SDM yang kokoh, tidak hanya fokus pada infrastruktur.
Baca juga: Viral Jukir di Surabaya Main Ancam Bunuh, Eri Cahyadi: Aneh-aneh Saja, Proses Hukum!
Dia juga meyakini, program ini dapat menjadi pintu lahirnya pemuda-pemudi pelopor kemajuan Surabaya.
“Anggaran ini adalah jembatan. Jika digunakan dengan benar akan lahir pemuda yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan daya saing tinggi,” ujarnya.
Sebelumnya Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Surabaya untuk memberi ruang bagi Gen Z agar bisa menyalurkan ide dan kreativitasnya dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca juga: Garage Day Surabaya 2026, Momen Berbagi dan Peduli untuk Keluarga Prasejahtera
"Anak-anak muda ini, Gen Z ini, dia tidak bisa dibuatkan permainan masa lalu seperti engklek. Maka di hari ini apa keinginannya, ketika ada keinginan itu, anak-anak muda bisa mengajukan kepada lurah dan camat. Maka akan dievaluasi kegiatan apa,” jelasnya.{*}
| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur