Gus Hans: Hotline 24 Jam Aduan Santri Bukan Intervensi ke Pesantren!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Sekjen Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans menegaskan hotline 24 jam aduan santri bukan bentuk intervensi ke pesantren. Justru sebaliknya, ingin memudahkan tugas para kiai dan bu nyai.
“Bisa jadi mereka, para santri sungkan bicara dengan kiai dan bu nyainya, maka disampaikanlah melalui kanal-kanal yang menurut mereka bisa terbuka secara emosional,” katanya, Minggu (31/5/2026).
Jadi, tandas Gus Hans, hotline di nomor 081249971166 tersebut dalam rangka meringankan beban tugas para kiai dan bu nyai, agar kalau ada sesuatu bisa terkomunikasikan dengan Gernas Ayo Mondok.
“Daripada santrinya bikin status ke media sosial. Kita menggunakan teorinya Rumah Makan Padang. Kalau misalnya enak sebarkan ke yang lain, kalau ada yang tidak baik sampaikan kepada kami,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu mencontohkan, ketika ada santri mengeluh soal kamar mandi yang kurang bersih, maka sampaikan saja ke Gernas Ayo Mondok dan akan diteruskan ke kiai dan bu nyainya.
“Tetapi semua keputusan ada di kiai dan bu nyainya. Gernas tidak akan mungkin mengintervensi masing-masing pesantren, karena pasti punya kewenangan dan hierarki sendiri-sendiri. Tugas kami mengingatkan, menyampaikan, oh inilah harapan santri,” ucap Gus Hans.
“Maka kami mohon doa restu, mudah-mudahan cita-cita, langkah-langkah yang kita lakukan ini bisa diijabah oleh Allah Swt dan bisa menjadi solusi agar berkuranglah informasi-informasi negatif tentang pesantren di media sosial,” sambungnya.
Dia juga mengingatkan para santri, ketika ada informasi di media sosial yang tidak menguntungkan pesantren jangan di-share. Kalaupun ingin berbagi informasi ke temannya, sebaiknya di-screenshot.
“Ketika nge-share berita negatif, maka sama dengan meningkatkan algoritma informasi itu kepada yang lainnya. Maka solusinya ketika ada informasi yang tidak baik tentang kita, screenshot saja baru disampaikan,” katanya.
“Karena kalau sampai nge-share, maka otomatis sama dengan menjadi mesinnya mereka yang memang tidak ingin pesantren itu baik,” imbuh Gus Hans.{*}
| Baca berita Pesantren. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur