ABPPTSI Jatim Puji Eri Cahyadi Petakan Keluarga Miskin Desil 1-5: Terobosan Berani!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Minggu, 25 Jan 2026 13:35 WIB
AUDIENSI: Eri Cahyadi audiesi dengan Peguruan Tinggi Swasta di rumah dinas Wali Kota Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABPPTSI) Jatim, Budi Endarto menyebut pemetaan keluarga miskin Desil 1-5 yang dilakukan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bagian dari terobosan berani.

Sebab, selama ini di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) banyak ditemukan mahasiswa yang masuk kategori keluarga miskin dari desil tersebut.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti TPS Keputran Selatan: Anggaran Bengkak, Kondisi Tak Layak!

“Ini mungkin akan menjadi suatu gerakan yang revolusioner, bahwa selama ini yang tidak tepat sasaran menjadi tepat sasaran. Dan ternyata (keluarga miskin) melimpah di PTS,” katanya usai audiensi dengan Eri di rumah dinas wali kota, Sabtu (24/1/2026).

Budi berharap, beasiswa atau bantuan pendidikan yang diberikan Pemkot Surabaya bisa sesuai target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.

“Karena itu, harapan kami dari PTS bisa memiliki kontribusi dan mengawal bahwa target capaian meningkatkan kualitas (pendidikan) itu juga ada di PTS,” ucapnya.

Audiensi digelar Eri terkait rencana kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan PTS, yang diikuti Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi; Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Surabaya, Erringgo Perkasa; serta perwakilan PTS yang tergabung dalam ABPPTSI Jatim.

Kolaborasi Bareng PTS

Dalam kesempatan tersebut, Eri Cahyadi menyampaikan berbagai hal rencana kolaborasi yang akan dilakukan bersama PTS di Surabaya. Di antaranya memberikan beasiswa bagi keluarga miskin, kerja sama program kuliah kerja nyata (KKN), hingga keberlanjutan mahasiswa setelah lulus kuliah.

“Pergerakan kota itu tidak hanya tergantung dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri) saja, tapi PTS itu juga menunjang betul bagaimana pendidikan sebuah kota, bagaimana kota itu mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan bagaimana kota itu bisa mencapai kesejahteraan," katanya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Bantah Data Adminduk Bocor: Jangan Terprovokasi di Medsos!

"Kalau semua kampus itu turun di masing-masing RW dan bersinergi, insyaallah selesai masalah-masalah di Surabaya,” sambung wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu.

Dia ingin adanya sinergi antara Pemkot dengan PTS bisa membawa Surabaya lebih maju ke depannya. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak diukur dari kerja keras wali kota, tapi juga bagian dari kerja sama antara Pemkot dengan stakeholders.

“Karena saya ingin menunjukkan pencapaian penurunan stunting, penurunan kemiskinan, gini ratio itu bagian dari kerja sama semua stakeholder yang ada," kata Eri.

"PTN-PTS hingga orang-orang yang mampu, itu yang harus kita tunjukkan, bahwa Surabaya ini dibangun bukan karena kapitalis ya, tapi karena rasa gotong royong,” tandasnya.

Eri juga menyampaikan, salah satu kerja sama yang akan dijalin yakni melakukan sinkronisasi data mahasiswa PTS yang masuk dalam kategori keluarga miskin. Setelah dilakukan sinkronisasi data, Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan di Surabaya Capai 474 Ribu, Mayoritas Pelajar!

“Bantuan ini tidak hanya untuk mahasiswa yang baru, tapi yang sudah kuliah dan selama ini tidak bisa membayar kuliah dan masuk ke dalam Desil 1-5 akan kita tutup UKT-nya," kata Eri.

"Sehingga ini nanti akan bisa menggerakkan (program) Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana di Surabaya, dan memberikan harapan kepada mahasiswa yang masuk di dalam Desil 1-5,” imbuhnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer