Hotline Lapor Cak Eri Banjir Aduan, Wah! Ada yang Curhat soal Rumah Tangga

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 18 Mei 2026 22:21 WIB
HOTLINE: Eri Cahyadi, banyak dicurhati warga soal layanan publik hingga rumah tangga. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Baru dibuka sepekan, hotline “Lapor Cak Eri” melalui WhatsApp di nomor 0811338884 dibanjiri ratusan aduan warga. Sehari bisa sekitar 400 dengan beragam persoalan, bahkan ada yang curhat soal rumah tangga.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan hotline tersebut lahir dari evaluasi Pemkot setelah sebelumnya rutin menggelar forum tatap muka dengan warga pada akhir 2022 hingga awal 2023. 

Baca juga: Kadin Surabaya 2024-2029 Baru Dilantik, Ali Affandi: Kami Telah Bergerak 1,5 Tahun!

Dari berbagai pertemuan itu, Pemkot Surabaya menyadari masyarakat tidak lagi sekadar membutuhkan ruang menyampaikan aspirasi, tetapi lebih membutuhkan percepatan penyelesaian masalah.

“Dari pengalaman itulah kami melakukan perbaikan sistem. Maka muncul program Wargaku, dilanjutkan satu ASN satu RW. Jadi sebenarnya berbagai persoalan warga harusnya bisa selesai lebih cepat,” katanya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, hotline Lapor Cak Eri bukan sekadar layanan pengaduan masyarakat, melainkan alat ukur untuk mengetahui kecepatan respons birokrasi di lingkungan Pemkot Surabaya. 

Sebab, tegasnya, Surabaya tidak dibangun sosok wali kota semata, tetapi oleh sistem pemerintahan yang berjalan cepat dan responsif.

“Surabaya ini bukan ditentukan oleh wali kotanya, tetapi oleh Pemkot Surabaya. Sistem itu harus tetap berjalan cepat, ada atau tanpa wali kota, supaya masyarakat percaya kepada pemerintah,” ujarnya.

Cepat Layani Warga

Melalui hotline tersebut, Eri mengaku dapat memantau langsung apakah Perangkat Daerah (PD) bergerak cepat dalam menyelesaikan persoalan warga. Dia menilai keberhasilan birokrasi tidak diukur dari banyaknya program, melainkan dari kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

Aduan yang masuk ke hotline pun sangat beragam. Mulai dari kerusakan jalan, penataan PKL, hingga persoalan bantaran sungai yang digunakan untuk aktivitas usaha. 

Baca juga: Surabaya Vaganza Masuk KEN 2026, Eri Cahyadi: Kado Istimewa HJKS ke-733!

Salah satu laporan yang langsung ditindaklanjuti, yakni persoalan di kawasan Kali Tebu yang sebelumnya sudah lama dikeluhkan warga.

“Begitu ada laporan, teman-teman langsung turun ke lapangan untuk menyelesaikan. Jadi hotline ini memang untuk memastikan semua bergerak cepat,” terangnya.

Pemkot Surabaya menargetkan setiap laporan bisa ditindaklanjuti maksimal dalam waktu 1x24 jam. Jika belum terselesaikan, maka PD wajib memberikan penjelasan terkait progres penanganannya.

Sejauh ini, respons masyarakat terhadap hotline tersebut dinilai cukup positif. Banyak warga merasa terbantu karena persoalan mereka langsung ditindaklanjuti oleh PD terkait. 

Namun, Eri menegaskan tidak semua laporan harus dijawab langsung melalui hotline karena sebagian besar langsung diselesaikan di lapangan.

Baca juga: Lebih Spektakuler! Surabaya Vaganza 2026 Sulap Kota Jadi Lautan Cahaya

Menariknya, hotline Lapor Cak Eri ternyata tidak hanya diisi laporan pelayanan publik. Banyak warga justru menggunakan layanan tersebut untuk menyampaikan persoalan pribadi hingga curhat kehidupan rumah tangga.

“Banyak yang lucu-lucu juga. Ada yang curhat soal rumah tangga, ada yang ditipu, sampai masalah percintaan,” ungkapnya sambil tersenyum.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer