Eri Cahyadi Mutasi 57 Pejabat Pemkot, Target Tak Tercapai Siap-siap Dicopot!

Reporter : -
Eri Cahyadi Mutasi 57 Pejabat Pemkot, Target Tak Tercapai Siap-siap Dicopot!
MUTASI PEJABAT: Wali KOta Eri Cahyadi lantik 57 pejabat Pemkot Surabaya, setiap 6 bulan dievaluasi. | Foto: IST

SURABAYA | Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melantik 57 pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya, Jumat (26/6/2026). Mereka terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Surabaya dari 57 pejabat yang dilantik, 22 orang dipromosikan dan 35 orang dirotasi. Dalam pelantikan, terdapat 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. 

Eri menegaskan, rotasi jabatan ini merupakan hasil evaluasi ketat berbasis kinerja dan sistem merit, bukan atas dasar kedekatan pribadi atau praktik transaksional. 

Dia memastikan, seluruh proses mutasi dan promosi jabatan di Pemkot Surabaya berjalan transparan melalui hitungan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Saya tidak pernah ikut memilih pejabat karena saya tidak ingin pemerintahan ini dipengaruhi keinginan pribadi. Di sini tidak ada jabatan yang bayar, bersyukurlah kalian. Maka gunakan waktu anda untuk kepentingan umat," tegasnya.

Bukan Sekadar Pintar

Eri menjelaskan, kriteria utama yang dicarinya bukan sekadar orang pintar, melainkan figur yang memiliki komitmen kuat dan rasa menghormati warganya.

Menurutnya, mutasi kali ini adalah langkah koreksi dari pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Eri meminta, semua pejabat mulai dari camat, lurah hingga kepala Perangkat Daerah (PD) untuk selalu siaga dan peka terhadap isu lokal yang sedang dialami warganya.

“Saya minta semua pejabat peka terhadap warganya. Janganlah tidur kalau jadi pejabat. Ada warga yang tidak bisa makan, masa pejabat bisa tidur,” tegasnya.

Dalam mutasi kali ini, Pemkot Surabaya menerapkan aturan ketat bahwa seluruh pejabat yang menduduki posisi struktural akan dievaluasi total dalam waktu 6 bulan. 

Eri menegaskan tidak segan mencopot pejabat meski masa kerjanya belum genap 6 bulan, jika terbukti malas turun ke masyarakat dan target kinerja tidak tercapai.

“Dalam waktu 6 bulan target tidak tercapai, saya harap njenengan sebelum saya turunkan, mengundurkan diri. Jangan hanya mengambil strukturalnya, tapi waktu, pemikiran, dan fisik Anda bukan untuk warga," ungkapnya.

Dia juga mengingatkan para pejabat untuk agar menjaga fasilitas publik, seperti pedestrian yang kerap beralih fungsi menjadi lahan parkir liar hingga rusak. 

Maka kelurahan, kecamatan, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP harus bersinergi menjaga aset negara tersebut agar anggaran APBD bisa dialokasikan untuk sekolah dan kesehatan gratis.

“Kota Surabaya ini berjalan dengan baik kalau birokrasinya baik. Kalau hanya wali kotanya yang turun tapi sistem birokrasinya tidak berjalan, ya sama saja. Hari ini saya mencari orang-orang yang tepat untuk menduduki birokrasi ini," tegasnya.{*}

  • 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkot Surabaya
    1. Achmad Zaini menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Surabaya, sebelumnya Kepala Satpol PP Surabaya.
    2. M Fikser menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, sebelumnya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Surabaya.
    3. Herry Purwadi menjabat Kepala Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, sebelumnya pelaksana tugas.
    4. Trio Wahyu Bowo menjabat Kepala Dishub Surabaya, sebelumnya pelaksana tugas.
    5. Arif Setiawan menjabat Dirut RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Kota Surabaya, sebelumnya pelaksana tugas.

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.