Proyek RSUD Sedati Dilanjut Lagi Usai Mangkrak, DPRD Sidoarjo Kawal Ketat!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Kamis, 02 Jul 2026 02:23 WIB
MANGKRAK: Proyek pembangunan RS Sedati Sidoarjo yang sempat mangkrak tahun ini dilanjut lagi. | Foto: IST

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Setelah mangkrak di 2025, tahun ini proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sedati Sidoarjo kembali dilanjutkan.

"Kalau tahun ini kami optimis selesai sesuai perencanaan,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: Wabup-Ketua DPRD Sidoarjo Kian Kompak, Sinyal Bakal Bersama di 2029?

“DPRD akan mengawal ketat proses pembangunan, agar fasilitas kesehatan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.

Soal mangkraknya proyek RSUD Sedati di 2025, Bangun menyebut kontraktor pemenang tender ternyata berstatus masuk daftar hitam (blacklist) namun tetap lolos dalam proses pengadaan.

"Kontraktor sebelumnya ternyata masuk daftar hitam. Setelah pekerjaan berjalan, progresnya jauh tertinggal dari target,” kata Bangun. 

“Deviasinya mencapai sekitar 24 persen sehingga kontraknya akhirnya diputus, karena dikhawatirkan pekerjaan tidak akan selesai dengan baik," paparnya.

Tak Sesuai Standar

Selain keterlambatan pekerjaan, Komisi D DPRD Sidoarjo juga menemukan sejumlah indikasi pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai standar. 

Beberapa bagian struktur bangunan, disebut memiliki kualitas kurang baik sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap mutu bangunan.

"Kami menemukan beberapa pekerjaan struktur yang tidak sesuai standar. Itu menjadi salah satu alasan, mengapa proyek tersebut tidak bisa dilanjutkan dengan kontraktor lama," katanya.

Bagaimana dengan anggaran? Bangun menjelaskan, pada tahun anggaran sebelumnya proyek pembangunan RSUD Sedati dikucuri Rp 57 miliar. Namun realisasi pekerjaannya diperkirakan belum mencapai 30 persen sebelum kontrak dihentikan.

Sedangkan tahun ini, Pemkab Sidoarjo kembali menganggarkan sekitar Rp 47 miliar untuk kelanjutan pembangunan. Proyek tersebut telah memiliki pemenang tender dengan nilai kontrak Rp 45 miliar, saat ini tinggal menunggu proses penandatanganan kontrak sebelum pekerjaan dimulai.

Baca juga: 3 Kades di Sidoarjo Tetap Dilantik Meski Digugat, Subandi: Sesuai Ketentuan!

"Lantai satu akan difungsikan penuh untuk pelayanan, lantai dua sebagian untuk perkantoran atau manajemen, sedangkan lantai tiga ditargetkan sampai tahap struktur atau full deck," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Bangun, penyelesaian gedung belum berarti rumah sakit langsung dapat beroperasi. Pemkab masih harus menyiapkan peralatan medis serta sumber daya manusia (SDM) agar rumah sakit bisa beroperasi.

"Tahun ini gedungnya diselesaikan. Selanjutnya melalui perubahan anggaran nanti mulai dicicil pengadaan alat kesehatan dan penyiapan SDM, sehingga targetnya pada 2027 RSUD Sedati sudah bisa beroperasi," ungkapnya.

Percepat Rekrutmen

Selain itu, Komisi D meminta Pemkab Sidoarjo mempercepat proses rekrutmen tenaga kesehatan. Menurut Bangun, kebutuhan SDM untuk rumah sakit tipe D seperti RSUD Sedati diperkirakan membutuhkan 350-400 orang.

Kalau untuk kategori Puskesmas baru diperkirakan membutuhkan 50-90 tenaga kerja terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga administrasi, dan profesi pendukung lainnya.

Baca juga: 80 Kades Terpilih di Sidoarjo Dilantik, Subandi Beri Perhatian 63 Wajah Baru!

"Kebutuhan SDM harus segera dihitung melalui analisis jabatan dan analisis beban kerja, setelah itu formasinya segera diajukan ke Kementerian PAN RB melalui BKN,” ucap Bangun.

“Jika kuota ASN maupun PPPK belum mencukupi, maka bisa dipenuhi melalui rekrutmen tenaga profesional BLUD non-ASN sesuai peraturan yang disiapkan pemerintah daerah," jelasnya.

Komisi D, tegas Bangun, akan terus mengawal seluruh tahapan pembangunan mulai dari proses lelang, pelaksanaan proyek hingga pengadaan peralatan agar tidak terulang kasus wanprestasi seperti tahun sebelumnya.

"Kami ingin memastikan pembangunan ini selesai tepat waktu. Anggaran sudah tersedia, sehingga manfaatnya harus segera dirasakan masyarakat. Jangan sampai keterlambatan pembangunan kembali menghambat pelayanan kesehatan bagi warga Sidoarjo," ujarnya.{*}

| Baca berita DPRD Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer